Akhirnya Suu Kyi Hadir di Parlemen

Kompas.com - 09/07/2012, 12:16 WIB

NAYPYIDAW, KOMPAS.com - Pemimpin oposisi Myanmar Aung San Suu Kyi untuk kali pertama muncul di parlemen, Senin (9/7/2012), menandai fase baru dalam perjuangannya selama hampir seperempat abad untuk membawa demokrasi di negara yang didominasi tentara itu.

Suu Kyi terlihat tenang ketika menduduki kursinya di parlemen untuk pertama kali di ibukota pemerintahan, Naypyidaw. "Saya akan melakukan yang terbaik untuk negara," katanya kepada AFP.

Pejuang demokrasi itu merasakan jabatan publik pertamanya di tengah ketidakpastian di Myanmar setelah terjadinya kekerasn di sejumlah wilayah dan penangkapan beberapa mahasiswa yang mengganggu perubahan yang menjanjikan.

Meskipun demikian kehadirannya di parlemen juga terjadi di tengah harapan bahwa sejumlah tokoh senior garis keras akan digantikan dalam perombakan kabinet yang akan menandai perubahan besar-besaran pejabat tinggi di pemerintahan.

Pemimpin 67 tahun itu menjadi salah satu dari 37 anggota majelis rendah parlemen dari partai yang dipimpinnya, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Seharusnya Suu Kyi sudah hadir di gedung parlemen pekan lalu. Namun dia menundanya akibat kelelahan yang dialaminya setelah lawatannya ke Eropa dan kunjungan ke konstituennya.

May Win Mynt, anggota lain NLD, menyatakan kegembiraannya atas kehadiran Suu Kyi. "Kami siap mendukungnya," kata May Win Mynt.

Parlemen itu sendiri masih didominasi milter dan sekutu-sekutu politiknya. Meskipun demikian, mereka tampak senang dengan kehadiran pemimpin oposisi itu. "Senang sekali dia bisa hadir hari ini, kami semua mengucapkan selamat datang padanya," kata Brigadir Jenderal Wai Lin.

Salah satu agenda partai NLD di parlemen adalah menghapus pasal di konstitusi yang memberikan "cuma-cuma" 25 persen kursi di parlemen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau