Pilkada dki

Masih Ada Kartu Pemilih Belum Tersebar

Kompas.com - 09/07/2012, 14:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga hari kedua menjelang pemungutan suara, atau Senin (9/7/2012) siang ini, masih ada kartu pemilih yang belum tersebar ke warga. Kartu tersebut sampai ke kantor panitia pemungutan suara belakangan.

Padahal, petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sudah mendistribusikan sebagian kartu ke warga. "Kami sudah minta agar petugas KPPS kembali mengedarkan kartu pemilih yang tiba belakangan. Namun, sampai sekarang belum kembali (petugas KPPS) sehingga sebagian kartu masih tersisa di sekretariat PPS," tutur Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Cilandak, Pizarda.

Di PPS Lebak Bulus, misalnya, beberapa bundel kartu pemilih masih terbungkus plastik. Sebagian kartu pemilih di Kelurahan Lebak Bulus sudah tersebar sejak kemarin.

Sebelumnya, anggota KPU Jakarta Selatan, Abdul Salam, menyampaikan, di wilayah ini masih kekurangan 4.200 kartu pemilih. Kekurangan ini terjadi merata di 65 kelurahan.

KPU Jaksel sudah meminta KPU Jakarta agar mencetak kartu pemilih baru. Jika tidak terkejar dengan tenggat waktu, Salam meminta agar dibuatkan blanko kosong. "Blanko ini bisa menggantikan kartu pemilih yang terlambat sampai," tutur Salam.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau