85 Persen Orang Indonesia Puas Saat Bercinta

Kompas.com - 10/07/2012, 09:20 WIB

KOMPAS.com — Saat berhubungan seks, kepuasan menjadi salah satu nilai lebih yang diharapkan pasangan. Berdasarkan hasil survei kesejahteraan seksual global (Sexual Wellbeing Global Survey) yang diadakan oleh Durex, 85 persen orang Indonesia mengaku sudah puas dengan kehidupan seksual mereka.

Riset ini dilakukan untuk memperoleh gambaran tentang kesejahteraan seksual masyarakat di 36 negara di dunia, seperti Australia, Austria, Kanada, China, Kroasia, Ceko, Perancis, Jerman, Yunani, Hongkong, Hongaria, India, Indonesia, Italia, dan Jepang. Metode yang dilakukan adalah wawancara terhadap 29.003 orang dewasa (berusia 18 tahun ke atas). Sebanyak 1.015 responden adalah warga Indonesia.

"Dibandingkan dengan negara lain, 85 persen orang Indonesia puas dengan kehidupan seks mereka. Hal ini berarti ada peningkatan kesejahteraan seksual yang dialami masyarakat Indonesia," ungkap Ratanjit Das, General Manager Reckitt Benckinser Indonesia (Durex).

Adanya peningkatan kesejahteraan seksual ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif dalam hidup sehari-hari. Kesejahteraan seksual merupakan sebuah kondisi seimbang antara kesehatan fisik, faktor emosional, dan sosiologis selama bercinta. Dari 36 negara yang disurvei, 69 persen orang Indonesia mengatakan bahwa kehidupan seks yang baik dan memuaskan memiliki korelasi positif dengan menjadi pasangan yang lebih baik. Kemudian, 89 persen orang Indonesia mengungkapkan bahwa pasangan mereka memiliki kinerja seks yang baik sehingga mereka bisa mencapai kepuasan.

Dengan menjadi pasangan yang baik, kehidupan seks jadi lebih sehat dan suasana hati jadi lebih menyenangkan. Dan, ternyata 64 persen responden menyatakan bahwa tingkat kepuasan seks sangat memengaruhi suasana hati (mood) mereka dalam kehidupan sehari-hari. Ketika tidak puas saat bercinta, bisa jadi Anda tidak mood untuk melakukan pekerjaan, bahkan menjadi mudah marah.

Kualitas kehidupan seks juga dipengaruhi banyaknya informasi untuk meningkatkan kepuasan seksual. Riset ini menunjukkan bahwa 51 persen orang Indonesia lebih suka mencari informasi tentang seks secara online. Kesibukan bekerja menjadi penyebab utama berkurangnya waktu untuk mencari informasi dari sumber yang lebih kredibel, seperti seksolog, teman, atau dari pasangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau