JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan warga Condet, Jakarta Timur yang mengatasnamakan Forum Warga Condet, mendeklarasikan gerakan antipolitik uang dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Gerakan tersebut diselenggarakan setelah melihat maraknya kecurangan di masyarakat sehingga mengancam demokrasi.
"Agar Pilkada DKI Jakarta 2012 berlangsung jujur dan adil sepenuhnya, maka kami menyerukan kepada warga untuk mengawasi pembelian suara menjelang dan sesudah pencoblosan, mengawasi pergerakan tim sukses dan pasangan calon selama pelaksanaan Pilkada," ujar Sri Haryati, perwakilan Forum Warga Condet, Selasa (10/7/2012).
Perwakilan warga juga menegaskan kepada seluruh pemilih agar melakukan pengawalan proses rekapitulasi penghitungan suara dari tempat pemungutan suara (TPS), kelurahan, kecamatan hingga provinsi. "Warga mau mengumpulkan bukti berupa keterangan lisan, foto atau rekaman video dan melaporkan kepada Panwaslu," katanya.
Menurut Soesilo Adinegoro, salah seorang pencetus gerakan, forum tersebut hadir atas prakarsa warga sendiri yang melihat berbagai kecurangan dalam pencoblosan yang semakin marak. Kecurangan yang paling terlihat adalah pembelian suara dan serangan fajar yg dilakukan oleh tim sukses. Warga yang memiliki visi sama tersebut, kemudian melakukan survei. Survei itu dilakukan untuk melihat tanggapan warga atas terselenggaranya Pilkada yang bersih.
Soesilo mengatakan, 66 persen warga di tiga kelurahan (Batu Ampar, Kampung Tengah dan Balekambang) punya hasrat mensukseskan Pilkada ini. Caranya, ikut memonitor, bahkan kalau ada legalitasnya, warga juga ingin membantu menangkap.
Sosilo mengatakan, gerakan tersebut sebagai pembelajaran politik bagi warga. "Buka telinga, buka mata, buka hati untuk mensukseskan pemimpin yang amanah. Pendidikan politik itu bukan monopoli partai, kami ingin menjadikan forum warga ini sebagai pembelajaran," katanya.
Acara yang berlangsung di halaman Sekolah Luar Biasa Montessori, Balekambang, Jakarta Timur tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, yaitu Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Jatinegara dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Warga yang mendukung gerakan tersebut juga diberikan kaos dengan sablon bertuliskan "Jangan Ambil Uangnya".
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang