Jakarta 1

Warga Condet Deklarasi Antipolitik Uang

Kompas.com - 10/07/2012, 15:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan warga Condet, Jakarta Timur yang mengatasnamakan Forum Warga Condet, mendeklarasikan gerakan antipolitik uang dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Gerakan tersebut diselenggarakan setelah melihat maraknya kecurangan di masyarakat sehingga mengancam demokrasi.

"Agar Pilkada DKI Jakarta 2012 berlangsung jujur dan adil sepenuhnya, maka kami menyerukan kepada warga untuk mengawasi pembelian suara menjelang dan sesudah pencoblosan, mengawasi pergerakan tim sukses dan pasangan calon selama pelaksanaan Pilkada," ujar Sri Haryati, perwakilan Forum Warga Condet, Selasa (10/7/2012).

Perwakilan warga juga menegaskan kepada seluruh pemilih agar melakukan pengawalan proses rekapitulasi penghitungan suara dari tempat pemungutan suara (TPS), kelurahan, kecamatan hingga provinsi. "Warga mau mengumpulkan bukti berupa keterangan lisan, foto atau rekaman video dan melaporkan kepada Panwaslu," katanya.

Menurut Soesilo Adinegoro, salah seorang pencetus gerakan, forum tersebut hadir atas prakarsa warga sendiri yang melihat berbagai kecurangan dalam pencoblosan yang semakin marak. Kecurangan yang paling terlihat adalah pembelian suara dan serangan fajar yg dilakukan oleh tim sukses. Warga yang memiliki visi sama tersebut, kemudian melakukan survei. Survei itu dilakukan untuk melihat tanggapan warga atas terselenggaranya Pilkada yang bersih.

Soesilo mengatakan, 66 persen warga di tiga kelurahan (Batu Ampar, Kampung Tengah dan Balekambang) punya hasrat mensukseskan Pilkada ini. Caranya, ikut memonitor, bahkan kalau ada legalitasnya, warga juga ingin membantu menangkap.

Sosilo mengatakan, gerakan tersebut sebagai pembelajaran politik bagi warga. "Buka telinga, buka mata, buka hati untuk mensukseskan pemimpin yang amanah. Pendidikan politik itu bukan monopoli partai, kami ingin menjadikan forum warga ini sebagai pembelajaran," katanya.

Acara yang berlangsung di halaman Sekolah Luar Biasa Montessori, Balekambang, Jakarta Timur tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, yaitu Perludem (Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi), Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Jatinegara dan Indonesia Corruption Watch (ICW). Warga yang mendukung gerakan tersebut juga diberikan kaos dengan sablon bertuliskan "Jangan Ambil Uangnya".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau