ASEAN Upayakan Kesepakatan dengan China

Kompas.com - 10/07/2012, 17:51 WIB

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (ASEAN)  telah memutuskan untuk mengadopsi sejumlah 'elemen kunci' pada kode etik pelaksanaan penyelesaian sengketa di wilayah Laut China Selatan.

Seorang pejabat ASEAN mengatakan mereka saat ini tengah mengupayakan kesepakatan dengan China dalam menyusun sebuah kode etik yang akan mengatur masalah-masalah kelautan di wilayah tersebut.

Saat ini China dan sejumlah negara terlibat sejumlah klaim yang masih terus menjadi sengketa di kawasan Laut China Selatan.

Tensi yang terus meningkat di kawasan ini menjadikan persoalan Laut China Selatan menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam pertemuan regional yang berlangsung pekan ini.

Pertemuan antara menteri luar negeri negara-negara ASEAN yang berlangsung di Phnom Penh, Kamboja ini merupakan bagian dari rangkaian rencana pertemuan yang nantinya akan melibatkan 16 negara mitra ASEAN termasuk China.

Pertemuan tersebut juga akan dihadiri Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton.

Sikap China

Clinton yang juga akan memimpin delegasi perdagangan AS ke pertemuan kali ini mengatakan hasil keputusan ASEAN dalam menyepakati sejumlah elemen kunci dalam kode etik penyelesian sengketa di Laut China Selatan adalah sebuah kemajuan.

Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen mengatakan pembahasan kode etik dalam penyelesaian sengketa di wilayah Laut China Sealatan merupakan prioritas dalam pertemuan kali ini.

Kementerian Luar Negeri China sebelumnya telah mengatakan mereka berkeinginan untuk mendiskusikan kode etik ini.

"Ketika kondisi soal ini sudah matang China akan berdiskusi dengan negara-negara ASEAN tentang formulasi kode etik ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Liu Weimin.

Sebelumnya Filipina memimpin sejumlah negara anggota ASEAN lainnya mendesak agar organisasi tersebut mendekati China untuk menerima kesepakatan tentang kode etik penyelesaian sengketa di wilayah Laut China Selatan.

Sebelumnya sejumlah negara ASEAN seperti Filipina dan Vietnam terlibat perseteruan terkait perbatasan wilayah mereka di kawasan Laut China Selatan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau