TPS Khusus Disiapkan dalam Rumah Tahanan

Kompas.com - 10/07/2012, 20:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Para narapidana yang ditahan di beberapa lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan dalam Provinsi DKI Jakarta akan mencoblos di tempat pemungutan suara khusus yang dijaga oleh pegawas lapas. Para tahanan juga harus memenuhi persyaratan tertentu agar mendapat hak pilih.

Ketua Panitia Pemungutan Suara (KPPS) Kelurahan Pondok Bambu Komarudin, Selasa (10/7/2012) mengatakan, hak pilih akan diberikan kepada narapidana yang berumur di atas 17 tahun dan telah berada dalam tahanan sebelum waktu pendaftaran pemilih berakhir, yakni pada 30 April 2012. Pemilih juga harus terdaftar dalam salinan daftar pemilih tetap (SDPT).

Di Rutan Pondok Bambu, tersedia tiga TPS dengan jumlah pemilih 605 orang. Komarudin menegaskan bahwa terdapat perbedaan jumlah antara yang tertera pada daftar pemilih sementara (DPS) dan salinan daftar pemilih tetap (SDTP). Hal tersebut terjadi karena ada beberapa narapidana yang telah meninggalkan Rutan Pondok Bambu. Dengan demikian, tidak semua tahanan memiliki hak coblos.

"Saat ini dalam Rutan Pondok Bambu terdapat 847 narapidana, sedangkan yang memiliki hak pilih hanya 605 orang," kata Kepala Registrasi Narapidana Gusti Ahmarido.

Hari ini sejumlah anggota PPS dan polisi terlihat mengantarkan kotak suara memasuki pintu gerbang Rutan Pondok Bambu. Tiga TPS dalam rutan tersebut baru dibuat sekitar pukul 16.00 sore tadi. Hal tersebut dilakukan agar tidak mengganggu kunjungan ke Rutan Pondok Bambu. Demi kelancaran pencoblosan, besok tamu tidak diperkenankan mengunjungi rumah tahanan Pondok Bambu. (Joe Leribun)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau