Sdm

Pelindo II Investasi Rp 500 Miliar

Kompas.com - 11/07/2012, 03:14 WIB

Bangalore, Kompas - PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) dalam kurun waktu tiga tahun, yakni 2009-2012, telah menginvestasikan dana 50 juta dollar AS atau sekitar Rp 500 miliar untuk program percepatan pengembangan sumber daya manusia.

”Kami berkonsentrasi untuk pembenahan SDM, khususnya untuk tenaga operator agar ke depan benar-benar bisa diandalkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah studi lanjut ke luar negeri. Kami telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri,” kata Direktur SDM dan Umum PT Pelindo II Cipto Pramono di sela-sela acara konferensi internasional The Asia HRD Congress Awards 2012, Selasa (10/7), Bangalore, India, kepada wartawan Kompas Samuel Oktora.

Kerja sama dilakukan dengan 10 perguruan tinggi bertaraf internasional, di antaranya Maritime and Economic Logistic Erasmus University Rotterdam, Belanda; Institute of Transport and Maritime Management University of Antwerp, Belgia; dan Kuhne Logistics University, Jerman.

Sejak 2009 hingga tahun ini, terdapat 62 karyawan yang menempuh studi lanjut di luar negeri, yang semuanya dibiayai oleh perusahaan—tahun 2012 sebanyak 19 orang.

Secara terpisah Manajer Senior Perencanaan dan Kesejahteraan PT Pelindo II Sudarsono mengemukakan, secara umum kondisi pelabuhan-pelabuhan peti kemas di Indonesia kekurangan tenaga operator.

Mereka antara lain operator forklift, operator rubber tyred gantry crane, penyusun kontainer di lapangan penumpukan, dan operator pengangkat peti kemas.

”Begitu juga tenaga pandu, itu profesi yang sangat langka. Saat ini jumlahnya sekitar 110 orang. Itu pun ada yang akan pensiun sehingga perlu disiapkan penggantinya. Rata-rata tiap tahun dibutuhkan tenaga pandu antara 10-15 orang. Namun, mendapatkan tenaga ini juga tidak mudah sebab persyaratannya minimal adalah ahli nautika tingkat I-III dan berpengalaman tiga tahun sebagai perwira. Sertifikasinya pun harus dikeluarkan oleh direktorat perhubungan laut,” kata Sudarsono.

Pusat pelatihan

Menurut Sudarsono, untuk menjawab kebutuhan tenaga operator, PT Pelindo II telah menyiapkan Pusat Pelatihan Kepelabuhanan (IPC School of Maritime and Logistics) di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Direncanakan sekolah itu mulai dibuka tahun 2014.

Saat ini mulai dilakukan pembangunan fisik dan persiapan tenaga pengajar serta modul atau kurikulumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau