Bangalore, Kompas
”Kami berkonsentrasi untuk pembenahan SDM, khususnya untuk tenaga operator agar ke depan benar-benar bisa diandalkan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah studi lanjut ke luar negeri. Kami telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di luar negeri,” kata Direktur SDM dan Umum PT Pelindo II Cipto Pramono di sela-sela acara konferensi internasional The Asia HRD Congress Awards 2012, Selasa (10/7), Bangalore, India, kepada wartawan Kompas
Kerja sama dilakukan dengan 10 perguruan tinggi bertaraf internasional, di antaranya Maritime and Economic Logistic Erasmus University Rotterdam, Belanda; Institute of Transport and Maritime Management University of Antwerp, Belgia; dan Kuhne Logistics University, Jerman.
Sejak 2009 hingga tahun ini, terdapat 62 karyawan yang menempuh studi lanjut di luar negeri, yang semuanya dibiayai oleh perusahaan—tahun 2012 sebanyak 19 orang.
Secara terpisah Manajer Senior Perencanaan dan Kesejahteraan PT Pelindo II Sudarsono mengemukakan, secara umum kondisi pelabuhan-pelabuhan peti kemas di Indonesia kekurangan tenaga operator.
Mereka antara lain operator forklift, operator rubber tyred gantry crane, penyusun kontainer di lapangan penumpukan, dan operator pengangkat peti kemas.
”Begitu juga tenaga pandu, itu profesi yang sangat langka. Saat ini jumlahnya sekitar 110 orang. Itu pun ada yang akan pensiun sehingga perlu disiapkan penggantinya. Rata-rata tiap tahun dibutuhkan tenaga pandu antara 10-15 orang. Namun, mendapatkan tenaga ini juga tidak mudah sebab persyaratannya minimal adalah ahli nautika tingkat I-III dan berpengalaman tiga tahun sebagai perwira. Sertifikasinya pun harus dikeluarkan oleh direktorat perhubungan laut,” kata Sudarsono.
Pusat pelatihan
Menurut Sudarsono, untuk menjawab kebutuhan tenaga operator, PT Pelindo II telah menyiapkan Pusat Pelatihan Kepelabuhanan (IPC School of Maritime and Logistics) di Ciawi, Bogor, Jawa Barat. Direncanakan sekolah itu mulai dibuka tahun 2014.
Saat ini mulai dilakukan pembangunan fisik dan persiapan tenaga pengajar serta modul atau kurikulumnya.