Kriminalitas

Judi "Online" Cepat Meluas

Kompas.com - 11/07/2012, 03:41 WIB

Jakarta, Kompas - Judi online mudah dan cepat meluas apabila pemerintah lemah menyiapkan perangkat sumber daya manusia, teknologi, dan perangkat hukum yang mampu menangkalnya.

Demikian pendapat pakar hukum media siber dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Dr Danrivanto Budhijanto, Dirjen Aplikasi Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Ashwin Sasongko, serta Dirjen Perlindungan dan Keamanan Sosial Kementerian Sosial Andiza D, Selasa (10/7).

Rivanto berpendapat, saat ini masih belum jelas definisi judi online. ”Belum ada kejelasan dan kesamaan pengertian atau konvergensi antara KUH Pidana atau Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan Undang-Undang (UU) Teknologi Informasi yang ada (maksudnya UU No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik),” ucapnya.

Pengelola judi online dengan pandai menyamarkan kegiatan judi dengan kegiatan permainan seperti ketangkasan dan hiburan. Di sisi lain, KUH Pidana dan UU Teknologi Informasi tidak menyebutkan apa itu tindakan judi.

Kedua, UU hanya menyebutkan tentang muatan judi. Dengan kata lain, hanya menyebutkan kata ”perjudian” tanpa menjelaskan, definisi judi. ”Padahal jenis judi terus berkembang dan makin menyerupai permainan biasa,” ucap Danrivanto.

Blokir dulu

Meski demikian, lanjutnya, pemerintah harus berani membasmi judi online. ”Blokir dulu saja situs yang diduga melakukan kegiatan judi dan perintahkan pengelola datang ke instansi terkait untuk memberi penjelasan kegiatannya,” tutur Danrivanto.

Ashwin mengakui, pihaknya tidak mampu mengawasi dunia maya yang bermuatan judi di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar di antaranya dikendalikan dari luar negeri. Ada banyak situs di internet, dan satu situs bisa terdiri dari jutaan uniform resource locator (URL) atau alamat situs internet.

Ashwin mengatakan, jajarannya pernah kalangkabut menghadapi tulisan di internet yang melecehkan nabi. Reaksinya keras. Oleh karena itu perlu langkah cepat memblokir. ”Ternyata yang diblokir bukan hanya URL-nya, tetapi juga situsnya. Padahal situs tersebut berisi URL-URL lain yang sifatnya positif. Akibatnya, kami mendapat protes,” ujarnya. (WIN)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau