Eva Longoria: Perempuan Perlu Berpolitik

Kompas.com - 11/07/2012, 09:36 WIB

KOMPAS.com - "You may not think about politics, but politics think about you," begitulah petikan dalam film The Lady, yang mengangkat kisah Aung San Suu Kyi, pemimpin perjuangan demokrasi Burma.

Saat maraknya Pilkada hari ini, petikan kalimat Aung San Suu kyi bisa jadi renungan buat Anda untuk datang memilih. Hal inilah yang juga menjadi kepedulian Eva Longoria, aktris yang ngetop dengan tokoh Gabriel dalam serial Desperate Housewives. Eva turut menjadi bagian dari tim kampanye Barack Obama, dan mengikuti tur Women Vote 2012 Summit. Dalam putaran pertama tur di Wheat Ridge, Colorado, 1 Juli lalu, Eva menjadi salah satu pembicara yang mengajak kaum perempuan untuk ikut memilih dalam pemilu presiden.

Bagi Eva, perempuan memang harus peduli pada politik, dan ikut menggunakan hak pilihnya untuk melakukan perubahan pada lingkungan tempat ia tinggal.

"Kehidupan perempuan begitu sibuk sehingga terkadang kita perlu mengambil waktu untuk duduk, mengingat bahwa pemilu membahas isu-isu spesifik yang mempengaruhi masa depan kita," ujarnya pada majalah Glamour.

Alasan Eva terjun ke kancah politik bukan semata karena dia seorang selebriti yang ingin meraih popularitas. Bagi Eva, ada banyak hal yang harus diperjuangkan daripada hanya menjadi penonton. Ini merupakan tindakannya untuk membantu kehidupan yang lebih baik bagi keluarga kelas menengah seperti keluarga tempat ia dibesarkan.

Ia mengajak perempuan untuk peduli, tak hanya pada negara tapi juga pada kelangsungan hidupnya. Menentukan arah pemerintahan, sekaligus memilih dan menuntut pemimpin yang memerhatikan kesejahteraan dan keluarganya.

Sikap Eva dapat kita petik manfaatnya hari ini, sebab siapa pun yang unggul menjadi pemimpin nantinya mempunyai kekuasaan dalam menelurkan kebijakan. Kebijakan yang mau tak mau, atau secara langsung memengaruhi kehidupan Anda sebagai perempuan.

Apa yang menjadi kebutuhan Anda, sebagai contoh, bila Anda seorang ibu bekerja, urusan macet saja sudah menjadi kerugian waktu Anda bersama anak-anak. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam satu jam, terpaksa Anda habiskan dua hingga tiga jam. Itu berarti pemotongan waktu dua jam bersama keluarga Anda. Transportasi yang aman dan nyaman, kesehatan, dan pendidikan, semuanya juga lekat dengan keseharian Anda dan langsung terasa dampaknya.

Di tengah terpaan slogan-slogan atau kalimat-kalimat motivasi mengenai kesempatan para perempuan untuk meraih kebahagiaannya sendiri, rasanya bukan hal yang berlebihan jika mengikuti pemilu atau pilkada juga menjadi salah satu caranya.

"Perempuan memahami bahwa pemilihan ini akan memiliki konsekuensi, tidak hanya untuk empat tahun ke depan, tetapi juga untuk generasi mendatang. Kita akan menuju ke sana, dan mencari advokasi untuk diri kita sendiri dan anak perempuan kita," tutup Eva.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau