KOMPAS.com - "You may not think about politics, but politics think about you," begitulah petikan dalam film The Lady, yang mengangkat kisah Aung San Suu Kyi, pemimpin perjuangan demokrasi Burma.
Saat maraknya Pilkada hari ini, petikan kalimat Aung San Suu kyi bisa jadi renungan buat Anda untuk datang memilih. Hal inilah yang juga menjadi kepedulian Eva Longoria, aktris yang ngetop dengan tokoh Gabriel dalam serial Desperate Housewives. Eva turut menjadi bagian dari tim kampanye Barack Obama, dan mengikuti tur Women Vote 2012 Summit. Dalam putaran pertama tur di Wheat Ridge, Colorado, 1 Juli lalu, Eva menjadi salah satu pembicara yang mengajak kaum perempuan untuk ikut memilih dalam pemilu presiden.
Bagi Eva, perempuan memang harus peduli pada politik, dan ikut menggunakan hak pilihnya untuk melakukan perubahan pada lingkungan tempat ia tinggal.
"Kehidupan perempuan begitu sibuk sehingga terkadang kita perlu mengambil waktu untuk duduk, mengingat bahwa pemilu membahas isu-isu spesifik yang mempengaruhi masa depan kita," ujarnya pada majalah Glamour.
Alasan Eva terjun ke kancah politik bukan semata karena dia seorang selebriti yang ingin meraih popularitas. Bagi Eva, ada banyak hal yang harus diperjuangkan daripada hanya menjadi penonton. Ini merupakan tindakannya untuk membantu kehidupan yang lebih baik bagi keluarga kelas menengah seperti keluarga tempat ia dibesarkan.
Ia mengajak perempuan untuk peduli, tak hanya pada negara tapi juga pada kelangsungan hidupnya. Menentukan arah pemerintahan, sekaligus memilih dan menuntut pemimpin yang memerhatikan kesejahteraan dan keluarganya.
Sikap Eva dapat kita petik manfaatnya hari ini, sebab siapa pun yang unggul menjadi pemimpin nantinya mempunyai kekuasaan dalam menelurkan kebijakan. Kebijakan yang mau tak mau, atau secara langsung memengaruhi kehidupan Anda sebagai perempuan.
Apa yang menjadi kebutuhan Anda, sebagai contoh, bila Anda seorang ibu bekerja, urusan macet saja sudah menjadi kerugian waktu Anda bersama anak-anak. Perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam satu jam, terpaksa Anda habiskan dua hingga tiga jam. Itu berarti pemotongan waktu dua jam bersama keluarga Anda. Transportasi yang aman dan nyaman, kesehatan, dan pendidikan, semuanya juga lekat dengan keseharian Anda dan langsung terasa dampaknya.
Di tengah terpaan slogan-slogan atau kalimat-kalimat motivasi mengenai kesempatan para perempuan untuk meraih kebahagiaannya sendiri, rasanya bukan hal yang berlebihan jika mengikuti pemilu atau pilkada juga menjadi salah satu caranya.
"Perempuan memahami bahwa pemilihan ini akan memiliki konsekuensi, tidak hanya untuk empat tahun ke depan, tetapi juga untuk generasi mendatang. Kita akan menuju ke sana, dan mencari advokasi untuk diri kita sendiri dan anak perempuan kita," tutup Eva.