Tunggu Rapat Dewan Gubernur, Transaksi Valas Sepi

Kompas.com - 11/07/2012, 09:51 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Para pelaku pasar bersikap menunggu  Rapat Dewan Gubernur (RDG)  Bank Indonesia yang akan dilaksanakan pada Kamis besok.  Menurut para analis dari BNI unit Treasury,  pada perdagangan hari ini (11/7/2012) kurs rupiah potensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi.

Sikap pelaku pasar yang masih menunggu RDG berpotensi membatasi aktivitas perdagangan. Sementara itu, peralihan risiko para investor global diprediksi ikut menghampiri pasar finansial domestik dan  menahan masuknya dana asing ke dalam negeri.

Stabilitas rupiah dinilai terjaga oleh bank sentral hingga belum akan bersegera mengamankan rupiah sepanjang terus bergerak di kisaran Rp 9.400-an hingga akhir pekan. Terlebih saat ini level kurs rupiah di pasar luar negeri  tidak  berfluktuasi tajam.

Hari Selasa (10/7/2012) kurs rupiah ditutup melemah tipis di level Rp 9.430  per dollar AS dibandingkan dengan pembukaan pada level Rp  9.420  per dollar AS, setelah bergerak di kisaran Rp 9.415 - 9.445 per dollar AS.

Tidak adanya penawaran sukuk yang memenuhi target pemerintah memberi sentimen negatif atas rupiah. Tetapi rebound IHSG meski diwarnai aksi jual investor asing mampu mengurangi tekanan atas rupiah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau