Pilkada dki jakarta

Tak Ada Surat Suara Braille untuk Pemilih Tunanetra

Kompas.com - 11/07/2012, 10:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2012, pemilih tunanetra diperbolehkan membawa pendamping saat akan menggunakan hak suaranya. Tak ada surat suara braille yang dikhususkan bagi pemilih tunanetra. Hal itu dikatakan sejumlah petugas panitia pemungutan suara (PPS) yang ditemui Kompas.com di TPS 029, 031, dan 032, di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (11/7/2012).

"Ada seorang pemilih tunanetra yang terdaftar di TPS kami, tapi tak ada surat suara berhuruf braille," kata petugas PPS di TPS 029, Jamaludin, di SDN Lebak Bulus 06 Pagi, Gunung Balong, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Sementara itu, anggota Panitia Pemungutan Suara TPS 032 yang berlokasi di SD Widuri, Gunung Balong, Hidayat, mengatakan, ada seorang warga penyandang tunanetra yang tidak dapat menggunakan hak suaranya karena alasan persoalan administrasi sehingga datanya tak diverifikasi oleh PPS.

"Seorang warga kami yang tunanetra tidak mendapatkan undangan untuk memilih. Kalaupun memilih, kami tidak menyediakan kertas suara khusus," katanya.

Sementara itu, di TPS 029, SDN Lebak Bulus 06 Pagi, Gunung Balong, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, sedikitnya tercatat ada 544 pemilih yang terdaftar. Para pemilih akan menentukan siapa yang mereka anggap layak menjadi gubernur DKI Jakarta selanjutnya.

Dalam pilkada kali ini, enam pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur bertarung memperebutkan suara warga Jakarta. Mereka adalah Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hendardji-Ahmad Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahja Purnama, Hidayat Nur Wahid-Didik, Faisal Basri-Biem Benjamin, dan Alex Noerdin-Nono Sampono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau