TPS di Halaman Rumah, tapi Yuli Tidak Terdaftar

Kompas.com - 11/07/2012, 15:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Persoalan daftar pemilih masih dirasakan warga hingga hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta berlangsung Rabu (11/7/2012) siang ini. Seorang warga yang halaman rumahnya dipakai sebagai tempat pemungutan suara (TPS) bahkan tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena ia tidak masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) dan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Aini Yulianti (23), saat dijumpai di rumahnya mengaku kesal lantaran tidak bisa mencoblos. Padahal, ia selalu terdaftar dalam setiap pemilu dilakukan. "Saya aneh banget sama yang sekarang. Padahal saya selalu terdaftar dalam setiap pemilu tahun 2007 dan 2009, baru sekarang saja," ucap Yuli saat dijumpai di lokasi.

Yuli yang mengaku sejak kecil tinggal di RT 06 itu pun mengaku aneh lantaran suaminya dan adiknya terdaftar sementara hanya dia yang tidak terdaftar. Suaminya pun akhirnya tidak menggunakan hak pilihnya karena harus bekerja. Alhasil, Yuli lebih memilih bermain dengan anaknya di sekitar TPS meski kegiatan pemungutan suara masih berlangsung di halaman rumahnya.

Abdul Wahid, Ketua RT 06 yang juga menjadi anggota KPPS pun mengaku kebingungan akan kacaunya data kependudukan di RT-nya. "Di tempat ini ada 2 orang enggak terdaftar. Padahal di daftar penduduk pertama yang saya terima (DP4) mereka berdua masuk. Sudah coba masukkan nama itu saat verifikasi tapi tetap tidak masuk," ucap Wahid.

Kendati sudah mengenal lama Yuli, Wahid menyatakan dirinya tidak berani ambil keputusan mempersilakan perempuan beranak satu itu untuk mencoblos di tempatnya. "Soalnya enggak ada di DPS dan DPT, jadi tidak bisa mencoblos walaupun dia tunjukkan KTP dengan alamat sini," pungkasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau