Kisah TKW yang Kaya Mendadak

Kompas.com - 11/07/2012, 18:13 WIB

Ini kisah nyata dari Saudi. Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia kaya mendadak setelah beroleh warisan dari suaminya yang warga Saudi senilai Rp15,7 M.

Tak ada yang bisa menduga apa gerangan yang akan terjadi esok hari. Mungkin keberuntungan, tapi bisa juga kemalangan. Tak sedikit para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) pulang dengan nasib buruk hingga nyawa melayang, tapi tak sedikit juga yang mengalami keberuntungan lantaran berbagai sebab. Ada yang beroleh gaji besar karena majikannya baik hati, hingga mereka yang mendapatkan warisan dari sang majikan yang telah mengambilnya sebagai seorang istri. Seperti yang terjadi pada seorang pembantu asal Indonesia yang mendadak jadi kaya setelah memperoleh warisan dari mendiang suaminya yang berkewarganegaraan Saudi senilai 6,3 juta rial Saudi atau setara lebih dari Rp15,7 miliar.

Juru Bicara KBRI Riyad Hendar Pramudyo, melalui siaran persnya, Rabu, menyebutkan bahwa pembantu yang namanya dirahasiakan, untuk alasan keamanan itu, bekerja pada seorang majikan di Ibu kota Arab Saudi, Riyadh.

Pembantu atau Tenaga Kerja Wanita (TKW) itu kemudian dinikahi secara resmi oleh majikannya. Setahun lalu suaminya meninggal dunia dan tidak dikaruniai anak. Karena kesetiaan melayani dan keikhlasan mendampingi sang suami, maka sang pembantu mujur ini memperoleh bagian warisan harta peninggalan mendiang suaminya.

Sehari sebelumnya harian lokal berbahasa Arab Okaz juga memberitakan hal yang sama. Pembantu asal  Indonesia mendadak jadi miliarder setelah memperoleh warisan mendiang suaminya yang berwarga Saudi senilai lebih dari 20 juta riyal atau setara Rp50 miliar.

TKW itu datang ke Arab Saudi 11 tahun silam dan bekerja pada seorang majikan yang seorang pengusaha kaya yang memiliki banyak properti di Kota Thaif.  Setelah sekian tahun bekerja, pembantu mujur ini dinikahi majikannya.

Sayang,  usia pernikahan keduanya tidak berlangsung lama karena sang suami keburu tutup usia.

Mediang suaminya meninggalkan sejumlah bangunan apartemen yang tersebar di beberapa suduk kota dan beberapa bidang tanah di pinggiran jalan raya Kota berhawa sejuk dan penghasil buah delima itu.

Setelah delapan tahun proses perundingan mengenai pembagian warisan, diputuskan oleh pengadilan seluruh aset mendiang dilelang secara terbuka dan terjual senilai hampir 300 juta riyal Saudi.

Alhasil, hakim pengadilan Syeikh Abdurrahman Al-Dakhil pekan silam memutuskan bahwa TKW yang juga isteri sah almarhum berhak mendapatkan bagian dari harta peninggalan suaminya yang bernilai lebih dari 20 juta riyal.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau