Megawati : Koalisi Setelah Hasil KPU

Kompas.com - 11/07/2012, 19:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengatakan, jika hasil penghitungan cepat atau quick count benar, koalisi dengan partai politik lain untuk menghadapi putaran kedua dalam Pilkada DKI Jakarta akan dibicarakan setelah Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta mengumumkan hasil resmi pilkada.

"Kita menunggu keputusan KPUD," kata Megawati di Kantor DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu ( 11/7/2012 ), ketika ditanya koalisi dengan parpol lain untuk menghadapi putaran kedua.

Seperti diketahui, hasil penghitungan cepat sementara dari beberapa lembaga menempatkan pasangan yang diusung PDIP dan Partai Gerindra, yakni Joko Widodo alias Jokowi dan Basuki Tjahja Purnama alias Ahok di urutan pertama. Setelah itu, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Hidayat Nur Wahid-Didik, Faisal-Biem Benjamin, Alex Noerdin-Nono Sampono, dan Hendardji-Ahmad Riza Patria.

Diperkirakan, pasangan Jokowi-Ahok akan bertarung dengan pasangan yang diusung Partai Demokrat, PAN, PKB, dan PDS yakni Fauzi Bowo-Nachrowi di putaran kedua.

Megawati mengatakan, hasil saat ini baru sebagian dari hasil yang diharapkan. Ke depan, seluruh kader dan simpatisan harus bekerja lebih keras, khususnya menarik suara warga yang tak menggunakan hak pilihnya hari ini. Laporan yang diterima Megawati, jumlah warga yang tak nyoblos masih cukup besar.

Selain itu, lanjut Megawati, perlu dilakukan antisipasi kembali terjadinya masalah dalam penyelenggaraan pemilu seperti tak akuratnya daftar pemilih tetap. "Nanti masalah DPT jangan ada lagi. Itu harus kita pantau," kata mantan Presiden RI itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau