Galaxy Tab Terbukti Tidak Mencontek iPad

Kompas.com - 12/07/2012, 09:39 WIB

KOMPAS.com — Samsung Electronics akhirnya bisa sedikit lebih tenang, setelah berhasil menang di pengadilan terkait tuntutan Apple terhadap Galaxy Tab. Samsung berhasil mengalahkan Apple karena desain Galaxy Tab tidak terbukti mirip dengan iPad.

Hakim Pengadilan Tinggi Inggris Colin Birss menjelaskan, desain Samsung Galaxy Tab mirip dengan Apple iPad jika dilihat dari depan. Namun, detailnya berbeda bila dilihat dari belakang.

"Kedua produk itu tidak memiliki desain yang sama. Galaxy Tab tidak memiliki simplisitas ekstrem dibanding desain iPad. Galaxy Tab juga tidak sekeren iPad. Kesan keseluruhan yang dihasilkan berbeda," kata Birss.

Pihak Samsung pun menghormati putusan Pengadilan Tinggi Inggris. Meski dikatakan tidak sebagus iPad, Samsung pun bisa membuktikan bahwa produknya merupakan hak kekayaan intelektual mereka.

"Jika Apple terus melakukan tuntutan hukum yang berlebih di negara lain, khususnya tentang desain generik, maka akan membahayakan inovasi dalam industri. Selain itu, pilihan konsumen juga akan terbatas," kata Samsung dalam pernyataannya.

Kemenangan Samsung terhadap Apple ini muncul beberapa hari setelah Pengadilan AS resmi mengabulkan gugatan Apple untuk melarang penjualan Samsung Galaxy Nexus, meski saat ini Galaxy Nexus pun sudah mulai bisa dijual kembali di Google Play Store.

Kedua perusahaan ini juga terus bersengketa hak paten, khususnya di 10 negara di dunia. Ini membuktikan bahwa memang ada persaingan di pasar perangkat mobile.

Sekadar catatan, kisruh perang paten antara Apple dan Samsung ini sudah berjalan lama. Memang pada April lalu, mantan CEO Apple John Sculley pernah menyatakan bahwa hanya Samsung Galaxy Tab yang menjadi saingan terberat Apple iPad.

Namun, dari beberapa sengketa antara iPad dan Galaxy, kedua produk tersebut memang dianggap memiliki desain berbeda. Pengadilan Negeri Duesseldorf, Jerman, mengeluarkan putusan bahwa tablet Samsung Galaxy Tab 10.1N (dengan huruf N di belakangnya) tidak terlihat mirip iPad.

Di Australia, Apple sempat melarang penjualan Galaxy Tab 10.1 sejak Juli 2011. Namun, Samsung melawannya dengan mengeluarkan iklan menggelitik, yang memanfaatkan kisruh dengan Apple. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau