JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Taufiq Kiemas menilai tingginya dukungan untuk pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam Pilkada DKI Jakarta mencerminkan hasil dari sosialisasi empat pilar, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Warga Jakarta dinilai tidak lagi terjebak pada persoalan kedaerahan, suku, maupun agama dalam memilih calon pemimpin Ibu Kota. Selain itu, seluruh pasangan cagub dan cawagub tidak lagi membicarakan masalah SARA, tetapi visi dan misi selama kampanye.
"Saya selaku Ketua MPR sangat bangga dengan kondisi ini. Apa yang dikerjakan oleh MPR tentang empat pilar mulai ada hasilnya," kata Taufiq di Gedung Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (12/7/2012).
Seperti diberitakan, hasil penghitungan cepat beberapa lembaga menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok mendapat suara terbanyak. Hasil prediksi hitung cepat Litbang Kompas menunjukkan, Jokowi-Ahok mendapat 42,6 persen suara atau diperkirakan meraih 1,9 juta suara.
Posisi kedua ditempati Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang meraih suara 34,4 persen. Disusul Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini 11,4 persen, Faisal Basri-Biem Benjamin 5,07 persen, Alex Noerdin-Nono Sampono 4,74 persen, dan Hendardji Soepandji-A Riza Patria 1,88 persen.
Menurut Taufiq, selain faktor mulai diimplementasikannya empat pilar oleh warga Jakarta, kuatnya arus bawah yang menginginkan terjadinya regenerasi menjadi faktor lain tingginya dukungan Jokowi-Ahok. Untuk melakukan perubahan, kata Taufiq, perlu ada regenerasi kepemimpinan.
"Asal regenerasi dipimpin oleh pimpinan partai politik, pasti akan berhasil," kata politisi senior PDI Perjuangan itu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang