Unjuk rasa

Mahasiswa Tuntut Perbaikan "Nasib" Kampung Apung

Kompas.com - 12/07/2012, 16:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa dari Forum Mahasiswa Teknik Sipil Jakarta (FMTSJ) Mercu Buana berunjuk rasa di Kantor Walikota Jakarta Barat, Kamis (12/7/2012). Mereka mendesak agar jabatan Kepala Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Barat dan Kepala Dinas PU DKI untuk segera dicopot.

Puluhan mahasiswa tersebut datang sekitar pukul 13.40 WIB tadi menggunakan sebuah bus Metromini. Mereka menuntut kedua pejabat tersebut dicopot lantaran banyak pekerjaan instansi pemerintah itu yang dipimpinnya itu terbengkalai.

Sejak 1987 lalu, warga RW 01 Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang hidup di atas Kampung Apung selalu menjadi korban langganan banjir. Penyebabnya adalah rob atau air hujan yang datang, baik di musim penghujan atau tidak.

Selain itu, Kampung Apung juga dianggap rawan terserang wabah penyakit. Untuk itulah, para mahasiswa tersebut meminta Kasudin PU Tata Air Jakarta Barat untuk bertanggung jawab.

"Kami menuntut, baik Kadis PU DKI Jakarta maupun Kasudin Tata Air Jakarta Barat, segera menuntaskan dan membenahi sarana dan prasarana yang tidak layak di wilayah Jakarta Barat," kata Bagus Pangimpun selaku koordinator aksi, Kamis siang tadi.

"Karena selama ini banyak pekerjaan yang mereka lakukan asal-asalan saja,'' tambahnya.

Setelah berunjuk rasa kurang lebih 15 menit, lima orang perwakilan aksi akhirnya diterima pihak Sudin PU Tata Air untuk berdialog dengan Kasudin Tata Air, Heryanto.

Heryanto menjelaskan, pekerjan tersebut bukan terbengkalai, melainkan banyaknya utilitas yang berada di bawah tanah sehingga menyebabkan terganggunya pekerjaan Kasudin Tata Air.

''Kalau warga minta segera Kampung Apung dikeringkan, hari ini juga bisa kita lakukan. Tapi kalau kita lakukan, maka ada beberapa warga di sana yang kehilangan profesinya sebagai peternak ikan," ujar Heryanto. 

Ia juga mengatakan, bahwa saat akan melakukan pengeringan tersebut, justru pihaknya ditolak pengurus rukun tetangga setempat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau