KAIRO, KAMIS — Arab Saudi menyambut hangat kunjungan Presiden Mesir Muhammad Mursi dalam perjalanan pertamanya ke luar negeri setelah dilantik menjadi presiden. Sambutan itu dilihat sebagai kesediaan Arab Saudi untuk menyisihkan ketegangan antarkedua negara dan mulai bekerja sama.
Media Arab Saudi, Kamis (12/7), memberitakan, kedatangan Mursi di Bandara Internasional Jeddah, Rabu malam, disambut putra mahkota Pangeran Salman dan anggota keluarga kerajaan lain. Mursi lalu menuju istana untuk pertemuan dengan Raja Abdullah, dilanjutkan resepsi kenegaraan.
Arab Saudi berhubungan erat dengan pendahulu Mursi, Hosni Mubarak, yang teguling tahun lalu dalam revolusi. Tampuk pemerintahan Mesir kemudian dikuasai kelompok Ikhwanul Muslimin (IM), yang mendominasi parlemen dan menempatkan Mursi sebagai presiden.
Hubungan IM dan Arab Saudi sejak lama diwarnai ketegangan. Meski sama-sama menganut aliran Sunni, Riyadh menilai IM sebagai rival ideologi yang memiliki doktrin politik yang agresif, yang dianggap bisa merusak persekutuan kedua negara dan menimbulkan perselisihan di dalam negeri Arab Saudi. Namun, kepada kantor berita SPA, Mursi mengatakan, pembicaraan dengan Raja Abdullah berlangsung hangat dan konstruktif.
”Pesan yang ingin disampaikan adalah kami tidak punya masalah dengan revolusi di Mesir atau IM. Mari kita teruskan hubungan Arab Saudi dan Mesir yang sudah terjalin erat,” ujar analis politik Arab Saudi, Jamal Khashoggi.
Pemilihan Arab Saudi sebagai negara pertama yang dikunjungi Mursi adalah pengakuan Mesir atas peran Arab Saudi. ”Dengan memilih Arab Saudi, Mursi mengakui kedua negara sebagai pilar keamanan kawasan,” tulis Yousuf Al Kuwailet, editor surat kabar Arab Saudi, Al- Riyadh .
Mursi akan menjalankan ibadah umrah dan bertemu warga Mesir di Jeddah sebelum kembali ke Mesir. (AFP/REUTERS/WAS)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang