Harga Tanah di Serpong Paling Mahal, Bekasi Menyusul

Kompas.com - 13/07/2012, 13:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Harga tanah di luar Jakarta juga terus meroket. Predikat pertama masih disandang wilayah Serpong, Tangerang, dengan harga mencapai Rp 10 juta per meter persegi, dan kemudiaan diikuti Bekasi dengan harga tanah mencapai Rp 6 juta per meter persegi.

"Serpong ini mahal karena ada tiga pengembang besar masuk ke sana. Begitu juga Bekasi setelah Summarecon masuk, harga tanah jadi naik," kata Senior Associate Director Office Service Colliers International Indonesia, Sutrisno R Soetarmo, ketika ditemui dalam paparan tren properti semester I tahun 2012 di Jakarta, Kamis (12/3/2012).

Masuknya pengembang besar di Serpong, kata Sutrisno, membuat wilayah ini mengalami booming properti mulai 2011 lalu. Otomatis, kata dia, harga tanah diikuti melambungnya harga-harga rumah di Serpong hingga 50 persen setiap tahunnya.

Faktor pengembang besar ini sangat signifikan pengaruhnya untuk wilayah Bekasi. Sebagai contoh, lanjut Sutrisno, harga rumah yang dijual saat launching mencapai Rp 500 Juta, dan dalam kurun waktu 18 bulan harganya naik mencapai Rp 1 miliar.

Sementara itu, di wilayah satelit lainnya, seperti Bogor dan Depok, harga tanah memang naik, tetapi tidak semahal di kawasan Serpong maupun Bekasi. Menurut Sutrisno, hal ini lagi-lagi akibat pengaruh pengembang besar yang belum masuk menggarap dua wilayah ini.

"Kalau bicara Bogor, di luar Sentul, masih relatif lebih murah. Karena Sentul sekarang sudah mulai pembangunan lagi. Pertamina juga masuk membangun rumah sakit di situ," katanya.

Sedangkan di Depok, lanjut dia, harga tanah memang mahal. Hanya saja, percepatannya tidak drastis karena belum ada ekspansi pengembang besar.

"Mungkin nanti pada tahun 2014 akan naik gila-gilaan, karena Lippo dan Djarum masuk ke sana," ujar Sutrisno.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau