Kasus Gizi Buruk Di Kendal Meningkat

Kompas.com - 13/07/2012, 18:00 WIB

KENDAL, KOMPAS.com- Kasus gizi buruk di Kabupaten Kendal Jawa Tengah meningkat dari 14 kasus pada tahun 2011 menjadi 24 kasus pada bulan juni 2012. Meningkatnya kasus gizi buruk ini, dimungkinkan karena banyaknya orangtua yang tidak sabar menyuapi anak balitanya.

Seperti yang diutarakan oleh bupati Kendal, Widya Kandi Susanti, Jum'at (13/7/2012). Widya yang juga dokter ini mengatakan, kasus gizi buruk sekarang ini, tidak hanya menderita pada keluarga miskin saja, melainkan juga dari kalangan keluarga kaya.

"Orangtua harus sabar, ketika menyuapi anaknya. Sehingga anak tidak kekurangan gizi," kata Widya.

Untuk itu Widya meminta, agar para orang tua terutama ibu-ibu sabar dalam menyuapi anaknya. Sebab, yang namanya anak-anak apabila disuruh makan sering ogah-ogahan. Anak-anak lebih memilih bermain.

"Namanya saja anak-anak. Selalu inginnya bermain. Padahal kalau sudah bermain, mereka lupa makan," jelasnya.

Widya menambahkan, pada tahun 2012 ini, pihaknya sudah memberi anggaran kepada Dinas kesehatan Kendal, untuk membantu penderita gizi buruk dari kalangan tidak mampu.

Menanggapi temuan DKK Kendal tersebut, anggota DPRD Kendal dari Komisi DH Solahuddin menyatakan cukup prihatin dengan temuan tersebut. Hal itu menunjukkan bahwa tingkat kesehatan masyarakat Kendal masih memprihatinkan. Dia berharap ada kerjasama yang serius antara berbagai pihak yang terkait seperti, DKK, Balai KB, Puskesmas, para bidan desa, dan para kepala desa, terutama sekali pada ibu-ibu PKK.

Menurut dia, ibu-ibu PKK sangat efektif bila dimanfaatkan sebagai jaringan untuk mensosialisasikan program kesehatan tersebut. "Dengan PKK saya optimistis, informasi seputar program kesehatan bisa sampai ke masyarakat," jelasnya.

Ia menambahkan, selain persoalan ekonomi, kasus gizi buruk maupun kurang gizi sering dipicu oleh lemahnya pemahaman masyarakat terhadap pola hidup yang sehat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau