Nyaman Berdua Tinggal di Apartemen Mungil

Kompas.com - 15/07/2012, 15:41 WIB

BROOKLYN, KOMPAS.com – Sementara banyak orang bermimpi memiliki rumah dengan banyak ruangan serta mengeluh karena kewalahan menata rumah, sepasang kekasih dari Brooklyn, New York mengaku merasa nyaman tinggal dalam sebuah apartemen mungil, yang luasnya hanya 22,3 meter persegi, lebih kecil dari garasi satu buah mobil.

Sepasang kekasih tersebut adalah Erin Boyle (28), seorang penulis dan fotografer, beserta tunangannya ahli biologi Casey James (30) tinggal di apartemen seluas 22,3 meter persegi di Brooklyn Heights. Kepada New York Post, keduanya menyebut unit apartemennya sebagai penjara bawah tanah.

“Apartemen terakhir kami ada di Providence, Rhode Island,” kata Boyle kepada Yahoo! Shine. “Mungkin luasnya sekitar 92 meter persegi, saya kurang yakin karena memang tidak pernah mengukurnya,” katanya.

Keduanya pindah ke Brooklyn pada Juni 2011, menempati sebuah ruang utama yang terdiri dari dapur, meja makan, dan ruang tamu dengan ukuran kira-kira 13 meter persegi saja.

Apartemen dengan harga sewa 1,500 dollar AS per bulan ini memiliki kamar mandi kecil di salah satu sisinya, lemari di lorong, dan tempat tidur di loteng yang dibangun di atas dapur. Sebuah lemari juga ditempatkan di bawah tangga karena tidak muat diletakkan di area tempat tidur dengan ranjang dobel serta meja rias tunggal.

“Saya tinggal di sebuah rumah di ladang pertanian di Connecticut dan James tinggal di Selatan,” kata Boyle. “Saya dan James selalu tinggal di apartemen, jadi tinggal di apartemen bukan sesuatu yang baru, tetapi tinggal di apartemen 22,3 meter adalah baru,” katanya.

Meski demikian, Boyle mengaku mereka berdua harus kreatif agar nyaman bergerak di dalam ruangan. Boyle mengatakan mereka harus pintar membuat tempat penyimpanan dan memilah barang-barang apa yang patut disimpan. “Aturan praktisnya adalah hanya menyimpan benda atau barang yang benar-benar Anda cintai,” katanya.

“James dan saya benar-benar berhati-hati sebelum membeli barang-barang baru. Kami berdua menyimpan uang untuk membeli produk khusus atau barang yang kami inginkan untuk selamanya. Kami berhati-hati dalam membeli furnitur, jikalau memang kami membeli barang baru maka yang baru akan dibuang bila barang tersebut lebih tepat. Jelas lebih penting bagi kami untuk memiliki ruang layak tinggal daripada dikelilingi oleh banyak barang tak penting,” ujarnya.

Hasilnya, apartemen milik keduanya ini menjadi sebuat tempat kecil bersih, cerah, nyaman, serta lapang untuk area ruang tamu. “Pernah suatu sore, kami kedatangan sepupu dari luar kota. Kami berdelapan di dalam ruangan, tapi itu tetap nyaman,” cerita Boyle.

Meski ukuran apartemen kecil, namun pemilik apartemen menawarkan fasilitas yang menarik. “Saya menyukai saat sore hari ketika matahari menyinari ruangan. Dan, kami benar-benar mencintai lingkungan dan para tetangga. Berjalan di taman jembatan Brooklyn menjadi kebiasaan malam kami, rasanya sulit meninggalkan ritual ini,” ujarnya.

Dalam blognya, Reading My Tea Leaves, Boyle mencatat beberapa tips tinggal nyaman di apartemen mungil. Berikut ini cara Boyle membuat ruangan apartemennya lebih nyaman ditempati

Sembunyikan hal yang berantakan

Boyle mengatakan dalam ruang serba terbatas, jangan sampai Anda menunjukkan hal yang berantakan. Ia membuat peti-peti anggur di bawah sofa sebagai tempat penyimpanan. Di dalam peti ini disimpan beragam benda dan barang, tamu pun tak akan melihat ada kertas dan barang-barang di dalamnya.

Sentuhan kecil

Langkah hijau sederhana bisa membuat rumah jadi lebih terasa segar dan hidup. Boyle mencontohkan dengan menempatkan tanaman kecil dalam pot di dalam rumah.

Kreatif dengan penyimpanan

Untuk kreatif dalam hal simpan menyiman, Boyle menyarankan untuk berinvestasi pada furnitur sekaligus tempat penyimpanan. Furnitur sekaligus tempat penyimpanan ini bisa diaplikasikan di mana saja termasuk ruang tamu. Ketika harus menyimpan benda ekstra besar, pemilik rumah harus berpikir kreatif. Ia menceritakan, ketika tunangannya hendak menyimpan papan selancar, mereka menyembunyikan dulu di kamar mandi sebelum memutuskan menopang papan tersebut sebagai benda seni di ruang tamu.

Membeli barang-barang cantik

Tinggal di sebuah apartemen dengan ruang terbatas membutuhkan keindahan di dalamnya. Karena itu ia membeli barang-barang dengan tampilan cantik juga menarik. Keindahan juga berasal dari rutinitas bersih-bersih untuk setiap harinya.

Selektif memilih barang seni.

Memasukkan barang seni ke dalam ruang yang mungil perlu banyak pertimbangan. Untuk menghidupkan ruangan, Boyle memilih gantungan botol antik dengan bunga-bunga kering sebagai penghiasnya. Meski demikian, tak semua barang antik dan unik boleh masuk ke dalam ruangan.

Mengurangi sampah

Boyle mengatakan, mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang merupakan sebuah keharusan tinggal di ruang mungil. Boyle membiasakan untuk membuat kompos dari sampah rumah tangga.

Membersihkan jendela

Boyle dan Casey hanya memiliki dua jendela di apartemen kecil mereka. Satu jendela di kamar mandi, yang lainnya berada di ruang tamu. Menurutnya, menjaga jendela lebih bersih merupakan titik fokus ruangan. Pasangan ini juga memilih tidak memakai pendingin ruangan, dan mengandalkan sebuah kipas angin bergaya glasik untuk digunakan di musim panas.

Membatasi belanja

Daripada belanja di supermaket, lebih baik Anda membatasi belanja di toko sayuran lokal, atau memindahkan produk ke tempat tersendiri. Di kamar mandi, gunakan produk secara hemat, serta gunakan sampai habis sampai akhirnya membeli lagi.

Lingkungan jadi bagian hidup

“Apartemen kecil dan musim panas membuat gerah,” kata Boyle dalam blog pribadinya. Ia dan Casey pergi ke taman untuk piknik, makan siang pada saat akhir pekan di tangga gereja, dan berkegiatan di tempat-tempat publik lainnya. “Kami mencintai apartemen kecil ini, tapi kami tidak gila,” tulisnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau