Miranda: Saya Pengin Disidang Seribu Hakim

Kompas.com - 16/07/2012, 14:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tersangka kasus dugaan suap cek perjalanan, Miranda S Goeltom, akan menjalani sidang perdana pada 24 Juli 2012 pekan depan. Sidang perdana Miranda tersebut mengagendakan pembacaan surat dakwaan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi.

Miranda, mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia itu, diduga ikut serta atau menganjurkan Nunun Nurbaeti menyuap anggota DPR 1999-2004. "Miranda SG sidang perdana akan dilakukan menurut rencana tanggal 24 Juli 2012," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi, di Jakarta, Senin (16/7/2012).

Berkas pemeriksaan Miranda telah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Kepala Humas Pengadilan Tipikor, Sudjatmiko, mengatakan kalau persidangan Miranda akan dipimpin Gusrizal, hakim yang memimpin sidang hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Syarifuddin.

Secara terpisah, Miranda Goeltom menanggapi santai persidangannya yang akan segera tiba itu. Sambil berkelakar, Miranda mengaku ingin disidang di hadapan 1.000 hakim. "Saya penginnya disidang di hadapan seribu hakim, biar kelihatan semua," katanya dari dalam Rumah Tahanan Jakarta Timur Cabang KPK.

Saat ditanya apakah dia akan membongkar si penyandang dana dalam persidangan nanti, Miranda mengaku tidak tahu apa-apa. "Bahkan saya ini tidak tahu apa-apa, jadi saya tunggu saja saya disidang di depan semua orang, saya berani," ucap Miranda.

Dalam kasus dugaan suap cek perjalanan yang bergulir sejak 2008 ini, Miranda diduga ikut serta atau menganjurkan Nunun menyuap anggota DPR 1999-2004 terkait pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 yang dimenangkan oleh Miranda.

Nunun divonis dua tahun enam bulan karena dianggap bersalah sebagai pemberi suap. Diyakini, ada penyandang dana yang belum terungkap di balik pembelian cek perjalanan senilai Rp 24 miliar yang menjadi alat suap dalam kasus tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau