Penjualan saham

Bank Danamon Menunggu

Kompas.com - 16/07/2012, 18:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Bank Danamon Indonesia Tbk memosisikan diri untuk menunggu kelanjutan kesepakatan penjualan saham bersyarat antara Fullerton Financial Holdings Pte Ltd (FFH) dan DBS Group Holdings. Danamon juga tak mau mengomentari soal rencana Bank Indonesia (BI) menerbitkan aturan kepemilikan saham bank.

Presiden Direktur Bank Danamon Henry Ho menegaskan sikapnya saat ditanya wartawan di Jakarta, Senin (16/7/2012). "Kami menunggu saja," ujar Henry, seusai jumpa pers bersama Manulife Indonesia.

Mengenai realisasi kesepakatan penjualan saham bersyarat itu, Henry mengatakan, "Kalau soal itu, tanya ke DBS, ya."

Per 31 Maret 2012, sebanyak 67,37 persen saham Danamon dimiliki Asia Financial Indonesia Pte Ltd dan 32,63 persen dimiliki publik. Pada 2 April 2012, Danamon memperoleh informasi dari FFH mengenai kesepakatan FFH dengan DBS Groups Holdings mengenai penjualan saham bersyarat.

FFH menjual semua kepemilikan sahamnya di Asia Financial Indonesia kepada DBS. Disebutkan, transaksi ini akan difinalisasi setelah memperoleh persetujuan, antara lain dari pemegang saham DBS serta regulator di Singapura dan Indonesia, termasuk BI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau