JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum Aprindo (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia), Tutum Rahanta, mengeluhkan target penyelesaian perbaikan jalan, khususnya di pantai utara Jawa (pantura), pada saat menjelang Lebaran. Menurut Tutum, kondisi jalan menjadi salah satu penyebab dari mahalnya harga barang kebutuhan pokok.
"Masa target betulin Pantura di Lebaran. Kan nggak lucu," sebut Tutum, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Dijelaskan Tutum, transportasi menjadi kunci dari kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Pasalnya, harga barang di tingkat industri tidak naik, sementara harga di ritel naik. Biaya transportasi harus ditekan supaya harga barang tidak melonjak. "(Sebesar) 5-10 persen biaya distribusinya. Akhir-akhir ini naik sekali," sambung dia.
Kondisi transportasi sekarang ini, jelas Tutum, cukup mengganggu distribusi barang. Penyeberangan antar pulau tidak bisa sehari. Itu bisa memakan waktu dua hari. Lalu, perbaikan jalan di Pantura, target penyelesaiannya bukan distribusi barang melainkan orang mudik. "Coba dicek target selesainya H-berapa sebelum orang mudik," ujar Tutum.
Seharusnya, lanjut Tutum, target penyelesaian perbaikan jalan sebelum masa sibuk, seperti masa menjelang Lebaran. Selain itu, perbaikan jalan setiap tahun pun dinilai tak logis. "Betulin jalan itu targetnya seolah-olah di orang mudik. Itu salah," kata Tutum.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang