Ridwan Saidi: Partai Demokrat Anjlok di Mata Rakyat

Kompas.com - 17/07/2012, 05:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hasil hitung cepat berbagai lembaga survei pasca-Pilkada DKI Jakarta, Rabu (11/7/2012) lalu, mengejutkan banyak pihak.

Litbang Kompas merilis Jokowi-Ahok mendulang suara 42,59 persen mengungguli Foke-Nara yang hanya memperoleh 34,32 persen berada diposisi kedua.

Meski rilis resmi KPUD belum disiarkan, budayawan Betawi, Ridwan Saidi, menilai selain masalah figur calon, anjlok atau tidaknya suara kandidat lebih ditentukan oleh mesin politik yang mereka bangun.

Menurutnya, calon tak mungkin bekerja sendirian. "Itu kembali ke soal mesin politik. Partai Demokrat anjlok di mata rakyat. Hancurnya Foke di mata rakyat karena citra Demokrat yang sudah hancur," kata Ridwan Saidi kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (16/7/2012).

Ridwan mengatakan, Foke tak cukup punya waktu untuk minimal membenahi citra Demokrat. Terlebih posisi Foke di partai incumbent itu tidak strategis. Mengingat pada tahun 2012 pemberitaan terkait skandal korupsi terhadap Partai Demokrat cenderung negatif.

"Foke untuk memperbaiki demokrat waktunya enggak cukup. Ibarat perahu sudah bocor. Apa pun sudah selesai. Anjloknya Foke, awal dari hancurnya rezim SBY," tutur Ridwan.

Sementara Jokowi, menurut Ridwan, sosok yang diharapkan rakyat bisa membawa perubahan dan pembaruan. Tim sukses pemenangan Jokowi-Ahok juga dinilai bekerja lebih tekun dan profesional.

Sebab, tanpa mesin politik yang baik mustahil Jokowi bisa populer dan menang di pilkada putaran awal.

"Kalau keinginan rakyat adalah perubahan, ya dia maunya perubahan. Rakyat maunya begitu. Kini tinggal bagaimana Jokowi memenuhi harapan rakyat. Rakyat mengharapkan sesuatu yang baru. Harapan akan perubahan untuk mengemban misi kebaruan," tutur Ridwan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau