Berpedas-pedas dengan Makanan Khas Lombok

Kompas.com - 17/07/2012, 07:42 WIB

KOMPAS.com - Sebelum Doyan Makan berwisata kuliner di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, kita mau pemanasan dulu nih makan makanan khas Lombok. Ha-ha... makan saja pakai pemanasan. Yang kita samperin adalah rumah makan Putra Lombok di Jalan Boulevard Raya TN 2 No. 35 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Apa yang terpikir oleh Anda ketika mau makan khas dari Lombok, pastinya makanan ayam bakar dengan sambal yang pedas. Yup, itu memang salah satu ciri khas makanan Lombok.

Putra Lombok menyediakan makanan khas Lombok, dan kami pesan menu ayam bakar taliwang, ayam goreng taliwang, urap tempe, telor dadar, dan tidak lupa pesan pelecing kangkung. Karena Lombok juga terkenal akan kangkungnya.

Untuk ayam bakar dan ayam gorengnya kami pesan masing-masing 1/2 ekor. Jangan kawatir lho kalau Anda pesan di rumah makan taliwang, ayam yang di gunakan biasa ayam kampung jadi ukurannya kecil.

Wah kita baru cobain sedikit saja sudah terasa pedas, sampai kepala keringatan. Tapi siang-siang makan pedas memang tambah nikmat. Ayamnya enak, dagingnya empuk dan bumbunya meresap untuk yang bakar dan yang gorengnya. Wah lama-kelamaan kepedaaaasan...! Ternyata urap tempenya juga agak pedas ha-ha....

Untuk kangkungnya juga menggiurkan, dalam satu porsi kangkung plecing berisi kangkung, tauge, kacang, bumbu urap dan sambal biasa (tidak pedas). Kangkungnya enak dan masih terlihat fresh. Bagi yang doyan makan pedas, Putra Lombok boleh jadi salah satu rekomendasi tempat makan di daerah Kelapa Gading. (Yudi)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau