PURWAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah peternak ayam kampung di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, kewalahan memenuhi permintaan konsumen, beberapa pekan terakhir. Akibatnya, harga di tingkat peternak naik dari Rp 22.000 menjadi Rp 27.000 per kilogram.
Aswan Siregar, Ketua Kelompok Peternak Rahayu Kabupaten Purwakarta, Selasa (17/7/2012), mengatakan, permintaan ayam mencapai lebih dari 1.000 ekor per hari, sementara produksi dari seluruh anggota kelompok hanya sekitar 500 ekor per hari.
"Situasi serupa (kenaikan permintaan dan harga) terjadi setiap menjelang Ramadhan dan hari raya Idul Fitri, tetapi harga ayam saat ini lebih tinggi sehingga lebih menguntungkan peternak," kata Aswan.
Harga ayam kampung naik sejalan dengan harga ayam ras akibat naiknya permintaan. Akibatnya, ayam dipanen lebih awal, yakni ketika mencapai ukuran kurang dari 7-9 ons per ekor. Selain pedagang di pasar, para pembeli adalah ibu rumah tangga serta pemilik rumah makan dan restoran penyaji menu daging ayam kampung.
Harga ayam ras di pasar-pasar tradisional di Purwakarta terus naik belakangan ini. Pada Senin pagi, harga daging ayam ras telah mencapai Rp 30.000 per kilogram, naik Rp 4.000 dibandingkan 31 Mei 2012 yang masih Rp 26.000 per kilogram.
Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Purwakarta Ahmad Gunawan mengatakan, berdasarkan rapat bersama mengenai ketersediaan bahan pokok di Jawa Barat, pekan lalu, stok daging dan telur ayam ras dinyatakan aman. Bahkan, sejumlah produsen menjanjikan pasokan lebih besar untuk menekan kenaikan harga.
"Kami (dinas perdagangan) akan menggelar survei dua kali selama bulan puasa untuk melihat tren harga bahan-bahan pokok. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah menggelar bazar murah kebutuhan pokok," kata Ahmad.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang