5 Tipe Olah Foto yang Tidak Membohongi Publik

Kompas.com - 17/07/2012, 12:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Penambahan konten foto di media sosial kerap digunakan para jurnalis warga untuk memperkuat cerita, bahkan memberitakan suatu peristiwa secara visual. Seperti halnya sebuah artikel ataupun berita peristiwa, foto haruslah menganut prinsip kebenaran.

"Tak boleh ada objek yang dihapus, dan tak boleh ada objek yang ditambah dalam foto," demikian diungkapkan pakar jurnalisme online dan multimedia Melinda J. McAdams, di sela diskusi Citizen and Multimedia yang diselenggarakan Kompasiana dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di @america, Mal Pacific Place Jakarta, Senin malam (16/7/2012).

Profesor dari Universitas Florida ini mengatakan, jika para jurnalis warga dan media sosial ingin dipercaya oleh publik, maka konten yang disajikan harus menganut prinsip kebenaran, tak terkecuali konten foto. Ada etika yang harus dikedepankan ketika melakukan edit foto secara digital.

Jangan menyalahgunakan software edit foto seperti Photoshop untuk memanipulasi foto yang berujung pada kebohongan publik. Melinda berkisah tentang seorang pewarta foto asal AS yang melakukan kebohongan publik di fotonya.

Pewarta itu menghapus objek, lalu menambahkan objek lain hanya untuk mengejar kesan dramatis. Ketika kebohongan itu terungkap, si pewarta foto pun dipecat secara tidak terhormat, kehilangan kredibilitas, dan masuk daftar hitam industri media.

Setidaknya, ada 5 langkah olah foto yang menurut McAdams boleh dilakukan dan tidak termasuk kebohongan publik:

1. Memotong gambar (Cropping)

Memotong tepi atau objek yang tak diinginkan untuk melakukan kompisisi ulang. Cropping yang dimaksud Melinda, tidak termasuk menyeleksi suatu objek lalu menambahkannya pada foto lain.

2. Memberi warna (Toning)

Dilakukan untuk menyempurnakan warna. Sekedar membuat warna suatu objek terlihat lebih terang atau lebih gelap saja, agar apa yang hendak ditonjolkan terlihat lebih baik.

3. Menajamkan warna (Sharpening)

Menajamkan warna agar objek terlihat lebih menawan. Melinda mewanti-wanti agar tidak melakukan penajaman warna yang berlebihan dan harus tetap menggambarkan kebenaran.

4. Mengubah ukuran foto (Resizing)

Langkah mengubah ukuran dan resolusi foto tentu diperbolehkan agar foto yang ditampilkan di situs web atau blog tidak melewati garis batas tubuh berita. Langkah ini juga meringankan proses unduh agar tidak memakan waktu lama. Jangan mengompres foto pada resolusi yang terlalu rendah.

5. Menyimpan dalam format yang telah dioptimalkan

Menyimpan foto untuk format web agar ukuran foto semakin kecil.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau