Sunrise di Borobudur, Pemandangan Menakjubkan di Dunia

Kompas.com - 17/07/2012, 19:34 WIB

KOMPAS.com - Banyak keunikan di dunia yang dapat disaksikan dari sisi yaang berbeda. Seperti keindahan candi yang menyembul di antara kabut pagi hari dan migrasi satwa di dataran Afrika. Mungkin tidak semua pemandangan menakjubkan di dunia dapat disaksikan, tetapi siapa tahu Anda berkesempatan menyaksikan salah satunya.

Jika hal tersebut terjadi, pasti Anda akan merasa sangat beruntung. Sebuah pengalaman yang memesona dan tak akan terlupakan. Situs CNNGo.com mengeluarkan 27 pemandangan mengagumkan di dunia. Berikut 7 di antaranya.

Matahari terbit di Candi Borobudur, Indonesia. Melihat matahari terbit di atas ratusan stupa Buddha sebelum kawasan candi dipenuhi pengunjung akan menjadi pengalaman tersendiri.

Wisatawan yang menginap di sekitar desa diperbolehkan masuk ke dalam kompleks candi sebelum jam buka. Cukup dengan membeli tiket melihat matahari terbit di Candi Borobudur.

Migrasi Burung di Musim Dingin, Inggris. Burung jalak bukan merupakan unggas yang cantik. Namun ketika ribuan jalak menukik dan berputar layaknya awan, mereka seakan mampu menghipnotis setiap orang yang melihat.

Mereka menjadi salah satu keanggunan tersendiri di langit. Di Inggris, kawanan burung sering bertengger di cagar alam atau dermaga, seperti di kawasan Brighton Pier. Sebelum akhirnya mereka melakukan migrasi musim dingin, biasanya pada bulan November.

Fenomena Aurora, Skandinavia. Aurora, berupa pancaran cahaya yang menyala di langit sering terlihat saat musim dingin di wilayah utara negara-negara Skandinavia.

Finlandia dan Islandia merupakan salah satu negara yang sering “dikunjungi” aurora. Walaupun bukan jaminan fenomena ini akan muncul secara berkala.

Migrasi Besar Satwa, Afrika Timur. Salah satu pemandangan unik yang ditemukan di dataran Afrika ialah saat puluhan ribu binatang berlari dikejar predator mereka. Cara terbaik untuk mendapatkan pengalaman migrasi tersebut adalah dengan berkemah dan mengikuti aktivitas mereka setiap harinya.

Langit Penuh Bintang, Selandia Baru. Bagaimana rasanya melihat jutaan bintang berupa gugusan rasi bintang Orion dan rasi bintang Biduk? Sebuah lahan seluas 1.600 mil persegi di Selandia Baru telah dinobatkan sebagai salah satu tempat terbaik di dunia untuk stargazing.

Lahan ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Cook dan Mackenzie Basin di selatan Selandia Baru. Kawasan ini telah ditunjuk sebagai International Dark Sky Reserve keempat di dunia, atau sebuah area observasi langit yang sengaja dibebaskan dari polusi cahaya.

Torres Del Paine, Chili. Di jantung Patagonia, terdapat gletser yang muncul di tengah pegunungan dan padang rumput, yaitu Torres Del Paine. Kawasan ini bisa dicapai dengan berjalan kaki.

Berada di sana membuat Anda merasa seperti menemukan es di tepian pantai. Torres Del Paine menjadi salah satu taman nasional paling istimewa di dunia.

Hutan Piramid, Meksiko. Piramida suku Maya meliputi daerah timur Meksiko. Namun, pemandangan piramida yang menakjubkan berada di daerah Palenque yang terletak di selatan Meksiko.

Hutan piramida tersebut menjadi inspirasi dari film Indiana Jones berjudul “Raiders of the Lost Ark”. Piramida suku Maya menjadi semakin menarik di tahun ini, akibat isu ramalam suku Maya bahwa kiamat akan hadir di tahun 2012.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau