Mobil Listrik Dahlan Iskan Mogok Lagi

Kompas.com - 17/07/2012, 19:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri BUMN Dahlan Iskan kembali menjajal mobil listrik besutan Dasep Ahmadi, salah satu mantan karyawan PT Pindad. Namun, uji coba kedua ini kembali mogok, sama dengan pada hari pertama.

"Mogok," kata Dahlan dalam pesan singkatnya di Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Dahlan mencoba kembali mobil listrik dari bengkel PT Sarimas Ahmadi Pratama, Jalan Jatimulya No 52, Kampung Sawah, Depok. Jika kemarin Dahlan ke Depok naik kereta, kali ini Dahlan kembali ke Depok dengan memakai mobil pribadinya.

Dahlan ke Depok mulai pukul 12.45. Namun hingga saat ini, mobil listrik tersebut belum sampai ke Jakarta.

Berdasarkan jadwal Kementerian BUMN, seharusnya Dahlan Iskan mengisi sambutan di perayaan ulang tahun kantor Berita Antara dan menjadi pembicara di salah satu acara televisi swasta. Tapi Dahlan kembali membatalkan untuk datang ke Antara.

Hingga saat ini, Dahlan juga belum jelas apakah akan datang ke Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, tempat dia menjadi salah satu pembicara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau