KPK Telusuri Keterlibatan Artalyta dalam Kasus Buol

Kompas.com - 18/07/2012, 12:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri keterlibatan pengusaha Artalyta Suryani dalam kasus dugaan kepengurusan hak guna usaha perkebunan di Buol, Sulawesi Tengah. Artalyta yang pernah dipenjara karena menyuap jaksa Urip Tri Gunawan itu berstatus saksi dalam kasus Buol tersebut.

Wakil Ketua KPK, Busyro Muqoddas, mengatakan bahwa KPK akan mengklarifikas apakah Artalyta alias Ayin terlibat dalam pemberian suap ke Bupati Buol Amran Batalipu. "Itulah yang akan diklarifikasi oleh penyidik apakah ada kaitannya. Kalau ada, sejauh mana?" kata Busyro di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (18/7/2012).

Busyro mengatakan, Ayin kemungkinan dipanggil paksa oleh KPK jika dia tidak memenuhi panggilan pemeriksaan kedua yang dilayangkan KPK. Sedianya Ayin diperiksa KPK pada Senin (16/7/2012) lalu. Namun, yang bersangkutan batal diperiksa karena mengaku sakit di Singapura. Pemeriksaan Ayin pun dijadwalkan ulang.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Bupati Buol Amran Batalipu sebagai tersangka, selain Manajer Umum PT Hardaya Inti Plantations (HIP) Yani Anshori dan Direktur Operasional PT HIP Gondo Sudjono. PT HIP merupakan perusahaan milik Hartati Murdaya Poo.

Sebelumnya pengacara Ayin, Tengku Nasrullah, membantah kliennya memiliki kebun kelapa sawit di Buol. Namun, Nasrullah membenarkan bahwa anak Ayin, Rommy, memiliki perusahaan perkebunan di Buol, yakni PT Sonokeling Buana. Letak kebun sawit perusahaan tersebut, kata Nasrullah, memang berdekatan dengan kebun PT HIP milik Hartati Murdaya.

Terkait penyidikan kasus ini, KPK sudah meminta Dirjen Imigrasi mencegah Hartati bepergian keluar negeri. KPK juga akan memeriksa Hartati.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau