PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Harga beras di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, masih stabil menjelang bulan puasa, sehingga operasi pasar belum diperlukan.
Tidak adanya kenaikan harga itu didukung persediaan beras di gudang-gudang Perum Bulog Divisi Regional Kalteng, yang mencukupi untuk enam bulan mendatang.
Demikian kondisi yang ditemukan Wakil Gubernur Kalteng, Achmad Diran, di sela-sela peninjauan harga di beberapa pasar tradisional di Palangkaraya, Kalteng, Rabu (18/7/2012). Harga rata-rata beras asal Jawa misalnya, Rp 10.000 per kilogram (kg) atau tak berubah sejak awal Juli 2012.
Demikian pula dengan harga beras pangkoh dan siam unus yang tidak naik, masing-masing Rp 7.500 per kg dan Rp 12.000 per kg. "Karena itu, operasi pasar untuk beras belum perlu digelar karena stok yang masih memadai dan belum terjadi lonjakan harga," katanya.
Diran memulai aktivitasnya di Pasar Baru, sekitar pukul 11.00 WIB dengan menemui beberapa pedagang tradisional. Ia juga mendatangi beberapa toko emas dan peralatan elektronik, untuk menanyakan kenaikan harga produk-produk tersebut.
Selain itu, Diran berbincang dengan beberapa pengemudi becak dan sepeda motor yang digunakan untuk mengangkut kebutuhan pokok. Peninjauan ke pasar berakhir sekitar pukul 12.30 WIB.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang