IPW: Polisi Perlu Tegas terhadap Ormas ataupun Pengelola Tempat Hiburan

Kompas.com - 18/07/2012, 16:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Indonesia Police Watch (IPW) meminta pihak kepolisian untuk bersikap tegas terhadap organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan sweeping pada malam hari di bulan Ramadhan dan pengelola tempat hiburan yang tidak patuh. Menurut IPW, sikap mendua yang ditunjukkan kepolisian justru berimbas buruk bagi citra kepolisian.

"IPW mengingatkan Polri bahwa aksi sweeping dan aksi demo serta aksi protes di malam hari tidak dibenarkan undang-undang," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada wartawan di Jakarta, Rabu (18/7/2012).

Akibat ketidaktegasan, polisi justru menjadi sasaran kecaman, baik dari pihak masyarakat, ormas, maupun pengelola tempat hiburan. Neta membandingkan penanganan ormas dengan para demonstran yang ditindak tegas oleh petugas di lapangan.

Terhadap para demonstran yang bersikap anarkistis, polisi kerap menerjunkan pasukan antihuru-hara dan brigade mobil. Hal serupa jarang terlihat dalam menangani sweeping ormas.

"Tindakan menghalau massa dan melumpuhkan dengan peluru karet sering dilakukan Polri terhadap mahasiswa. Kenapa dengan mahasiswa Polri berani, tapi kepada ormas jadi loyo?" tanya Neta.

Imbauan IPW tidak hanya terarah pada pihak kepolisian. Kepada pemerintah daerah, IPW meminta agar upaya penegakan peraturan diikuti dengan penempatan Satpol PP untuk mengawasi tempat-tempat hiburan malam. Sedangkan kepada pengelola tempat hiburan, IPW mengimbau agar peraturan yang telah disepakati bersama bisa dipatuhi.

"Dari luar memang tutup, tapi pengunjung bisa masuk dari pintu belakang. Jika hal ini dibiarkan, sama saja pemda membenturkan polisi dengan ormas," tandas Neta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau