Mahasiswa UNY Kembangkan "Software" Wayang

Kompas.com - 18/07/2012, 16:08 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com--Tim Program Kreativitas Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta mengembangkan "software" atau perangkat lunak yang berisi berbagai seri cerita wayang, dan penokohannya.

"Perangkat lunak yang dinamakan ’puppet comics mobile’ itu mengombinasikan perkembangan ’software’ aplikasi pada java dan aspek budaya wayang," kata Koordinator Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Fera Zulkarnain, di Yogyakarta, Rabu.

Menurut dia, perangkat lunak itu menyediakan dua menu bahasa, yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Karya tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal untuk sarana promosi dan pengembangan media wayang.

"Aplikasi itu mudah digunakan karena proses instalasi yang tidak rumit. Setelah pengguna memasukkan file instalasi program ke dalam perangkat telepon seluler, program akan terpasang, dan sudah siap digunakan," katanya.

Ia mengatakan aplikasi tersebut memberikan fasilitas kepada pengguna untuk mendapatkan informasi mengenai cerita wayang. Selain itu, pengguna juga dapat mengenal tokoh-tokoh wayang yang ada pada cerita tersebut.

"Dalam aplikasi ini ditampakkan fitur penokohan yang berisi karakter detil dari tokoh-tokoh pewayangan yang terkait dengan cerita. ’Software’ itu dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman java mobile," katanya.

Menurut dia, dari data yang dihimpun pada tahap pengujian oleh pengguna, dapat disimpulkan bahwa "software" tersebut layak untuk dikembangkan, karena apresiasi yang cukup tinggi. "Ke depan akan terus dikembangkan dan diperbaiki, khususnya dalam interaktivitas agar dapat menghasilkan produk yang lebih baik lagi," katanya.

Ia mengatakan perangkat lunak "puppet comics mobile" itu dikembangkan bukan untuk mematikan pentas pewayangan yang telah ada, karena wayang tidak hanya sebatas pementasan.

"Pelestarian wayang sangat penting dilakukan, karena merupakan budaya asli Indonesia yang penuh dengan unsur nilai kehidupan, dan harus kita banggakan," katanya.

Menurut dia, wayang adalah salah satu aset budaya yang mencirikan Bangsa Indonesia. Dulu hampir di setiap malam di pusat-pusat perdesaan, wayang menjadi ikon penting dalam sebuah pagelaran pesta.

"Wayang yang dulu dikenal sebagai hiburan menarik, kini mulai ditinggalkan, anak muda zaman sekarang tak hapal jika ditanyai mengenai tokoh-tokoh wayang. Oleh karena itu, kami mengembangkan ’software’ tersebut sebagai salah satu wujud apresiasi terhadap wayang yang merupakan budaya adiluhung," katanya.

Anggota Tim PKM Fakultas Teknik UNY yang mengembangkan perangkat lunak "puppet comics mobile" itu adalah Aqimi Dinana, Nafngan Fitriansah, dan Fadli Rozaq.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau