JAKARTA, KOMPAS.com - Aksi penyerangan anggota FBR di gardu milik Forum Komunikasi Anak Betawi (Forkabi) Pekojan, Jakarta Barat, pada Rabu (18/7/2012) dini hari tadi, ternyata diwarnai dengan sulutan api merah. Serangan membabi buta itu tidak hanya meluluh-lantahkan gardu berukuran 3 cm x 5 cm tersebut, tetapi juga keadaannya hangus berantakan.
"Massa FBR itu tiba -tiba datang begitu aja. Mereka mengobrak-abrik gardu pakai senjata, barang-barang semuanya abis, rusak, bendera kita juga dibakar," ucap Bendahara I Dewan Perwakilan Ranting (DPRt) Pekojan Yusuf Amin, saat ditemui Kompas.com, Rabu siang.
Yusuf mengatakan, pada malam kejadian, dirinya sedang ikut berjaga posko bersama empat anggota Forkabi lainnya. Saat dengan tiba-tiba massa FBR melakukan penyerangan, Yusuf dan yang lainnya lari tunggang langgang menyelamatkan diri.
"Saya nggak tau FBR itu perwakilan dari mana, waktu itu saya cuma liat aksi perusakan serta pembakaran gardu. Pas balik, kesitu aparat sudah datang dan mengamankan mereka. Warga yang ada, ikut matiin apinya," tutur Yusuf lagi menyebutkan warung di sebelah kanan-kiri gardu FBR ikut menjadi sasaran serangan tadi malam.
Diberitakan sebelumnya, sedikitnya 15 anggota dan simpatisan FBR berhasil diamankan aparat Polres Metro Jakarta Barat, Rabu (18/7/2012) dini hari tadi. Polisi juga mengamankan 15 motor dan puluhan senjata tajam yang diduga digunakan para pelaku saat melakukan perusakan. Sampai kini, kepolisian resort Jakarta Barat masih mencari siapa yang akan bertanggung jawab atas masalah tersebut.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang