Afriyani: Saya Tidak Konsumsi Ekstasi

Kompas.com - 18/07/2012, 18:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam lanjutan sidang terdakwa Afriyani, Rabu (18/7/2012), untuk pertama kalinya agenda pemeriksaan terdakwa dilakukan. Pada sesi tersebut, ada banyak kesaksian Afriyani yang bertolak belakang dengan kesaksiannya yang ada di BAP.

Seperti yang ada didalam BAP, Afriyani mengaku bahwa ia mengonsumsi pil ekstasi, meminum setengah seloki tequila serta hasil tes urine positif. Namun, di depan Majelis Hakim, Afriyani membantah semua kesaksiannya tersebut. "Pada malam sebelum kejadian, saya tidak mengonsumsi pil ekstasi. Saya juga hanya meminum air mineral," ujar Afriyani di ruang sidang.

Pernyataan Afriyani sedikit membuat jengkel Majelis Hakim. Antonius Widyanto selaku Ketua Majelis Hakim yang juga menjadi pimpinan sidang berulang kali meminta Afriyani untuk berkata jujur. "Di akhir BAP ini ada tanda tangan saudara berikut kuasa hukum saudara. Artinya saudara sudah menyetujui dan membenarkan seluruh isi BAP tersebut. Tapi kok sekarang kesaksian saudara jauh berbeda," tegas Antonius.

Afriyani berdalih bahwa dirinya tidak dalam kondisi yang fit. Ia mengaku semua kesaksiannya yang ada di BAP hanya mengikuti arahan penyidik. "Waktu itu saya cuma ikut teman-teman saya. Penyidik suruh saya ngaku kalo belinya patungan. Makanya saya ngaku," kata Afriyani.

Tidak hanya sampai disitu, Majelis Hakim juga membacakan BAP tambahan tanggal 8 Februari 2012 yang berisi kesaksian Afriyani. "Dalam BAP tersebut dijelaskan bahwa Deny Mulyana mengeluarkan tangannya yang berisi pil ektasi. Dua pil diambil Aris Sendi, dan satu pil untuk saya (Afriyani) lalu pil tersebut saya bagi dua dengan cara mengigit. Setengah pil tersebut saya bagi jadi seperempat. Seperempat saya telan sisanya saya sembunyikan didalam bra," ucap Antonius membacakan BAP tambahan tersebut.

Menanggapi pernyataan Majelis Hakim tersebut ,dengan terbata-bata Afriyani kembali berdalih. Ia memberi penjelasan dan jawaban yang hampir sama dengan argumen sebelumnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau