KOMPAS.com - Pebalap nomor satu Yamaha, Jorge Lorenzo, memberikan dukungan kepada rekan setimnya, Ben Spies, yang mengalami musim buruk pada tahun ini. Lorenzo, yang kini memuncaki klasemen sementara, mengatakan bahwa Spies hanya perlu tetap tenang dan fokus menghadapi seluruh seri tersisa.
Memang, hasil yang diraih dua pebalap ini sangat kontras. Tengok saja bagaimana raihan Lorenzo yang terbilang sangat fantastis, karena dari sembilan seri yang sudah dilakoni, juara dunia 2010 tersebut sudah lima kali meraih kemenangan, dan sisanya selalu jadi runner-up (kecuali di GP Belanda dia mengalami kecelakaan dan gagal finis).
Atas prestasinya tersebut, Lorenzo kokoh di puncak klasemen. Pebalap Spanyol ini unggul 19 poin atas rival terdekatnya dari tim Repsol Honda, Dani Pedrosa.
Sementara itu Spies belum pernah naik podium, dan baru mengumpulkan total 66 poin. Jauh tertinggal dari Lorenzo yang sudah mengemas 185 poin. Kini, Spies terpuruk di urutan ke-10.
Pebalap asal Texas tersebut, yang musim lalu jadi pendamping Lorenzo dan sempat meraih satu kemenangan (di Assen), tak pernah memperlihatkan performa mengesankan sejak awal musim. Dia selalu dihadapkan pada berbagai persoalan, baik teknis maupun non-teknis.
Penampilan buruk itu berlanjut di Mugello, Minggu (15/7/2012). Pada GP Italia tersebut, Spies mengalami sakit, yang membuat fisiknya tak kuat melakoni 23 lap balapan, dan imbasnya dia hanya mampu finis di posisi ke-11.
Akibat hasil tersebut, Spies mendapatkan banyak tekanan dan kritikan. Tetapi Lorenzo berusaha membela mantan juara dunia Superbike tersebut, dan berharap Spies tetap tegar dan fokus.
"Saya tak berpikir ini tentang bakat atau kecepatan, karena dalam balapan penuh pertamanya di Qatar pada 2010, dia finis hanya empat detik dari pemenang dengan motor (satelit) Tech 3," ujar Lorenzo, ketika ditanya tentang perbedaan dengan Spies sepanjang tahun ini.
"Jadi, itu berarti dia mampu melakukannya. Saya pikir dia hanya perlu tenang, karena kejuaraan (2012) agak tidak stabil, atau buruk baginya. Jika dia fokus dan tenang, dia bisa berada di podium secara konstan dan kadang-kadang meraih kemenangan."
Buruknya performa Spies, membuat masa depannya di tim pabrik masih menjadi tanda tanya. Sejauh ini, baru Lorenzo yang sudah mengikat kontrak baru berdurasi dua tahun, sehingga ada sejumlah kemungkinan mengenai pendampingnya pada musim 2013.
Dua pebalap Yamaha Tech 3, Cal Crutchlow dan Andrea Dovizioso, mempunyai keinginan yang kuat untuk menduduki tempat Spies. Dovizioso membuktikannya dengan hasil empat kali naik podium dalam debutnya bersama Yamaha pada musim ini.
Ketika ditanya, apakah dia lebih suka tetap berpasangan dengan Spies, atau setim dengan Dovizioso pada musim depan, Lorenzo menjawab: "Saya tidak memiliki masalah besar dengan salah satu dari mereka."
"Mungkin dengan Ben saya sudah lebih lama berteman, karena kami sering bersama-sama menghabiskan waktu. Dengan Dovi, kami kerab bertarung pada masa lalu di kelas 250 cc, dan juga tahun ini, di beberapa trek," terang Lorenzo sambil tersenyum.
"Tetapi saya tidak memiliki masalah dengan dia (Dovi). Dia pebalap yang sangat tangguh untuk mengendarai sebuah motor Yamaha. Sekarang Lin Jarvis dan Yamaha harus memutuskan siapa pebalap kedua."
Saat ini Dovizioso berada di peringkat keempat klasemen sementara. Seperti halnya Spies, Dovizioso pun sudah pernah meraih kemenangan di MotoGP, ketika masih menjadi pebalap Repsol Honda.
- Hasil yang diraih Ben Spies di musim 2012:
Round 1 - Qatar: peringkat ke-11. Mengalami getaran yang hebat pada motor, yang ditengarai kerusakan akibat jatuh saat latihan.
Round 2 - Jerez: peringkat ke-11. Balapan yang menyedihkan bagi Spies, karena dia merasa sangat tidak nyaman.
Round 3 - Portugal: peringkat ke-8. Spies mengakui membuat empat atau lima kesalahan, sehingga terpuruk.
Round 4 - Le Mans: peringkat ke-16. Melakukan satu pit stop karena masalah pandangan, yang disebabkan hujan masuk ke helmnya.
Round 5 - Catalunya: peringkat ke-10. Agak melebar dan jatuh ketika berusaha menyalip Dani Pedrosa untuk memimpin jalannya lomba.
Round 6 - Silverstone: peringkat ke-5. Memimpin di awal lomba, tetapi akhirnya terpuruk karena masalah ban belakang.
Round 7 - Assen: peringkat ke-4. Sejumlah pebalap alami masalah ban belakang yang hancur, dan Spies khawatir bisa meledak. Di lap akhir Spies kehilangan posisi ketiga.
Round 8 - Sachsenring: peringkat ke-4. Balapan yang membuat Spies frustrasi karena kehilangan grip dan akselerasi.
Round 9 - Mugello: peringkat ke-11. Akibat sakit, Spies kehilangan kemampuan untuk bertarung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang