Pilkad dki

Warga Jakarta Jangan Dikotak-kotakan

Kompas.com - 19/07/2012, 13:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Media Center Tim Sukses Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, Kahfi Siregar menegaskan pihaknya tidak pernah melempar isu SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) untuk menyudutkan pasangan calon lain.

"Kami tidak pernah melemparkan isu itu, karena isu itu hanya akan mengkotak-kotakkan warga Jakarta," tegas Kahfi, di Jakarta, Kamis (19/7/2012) ini.

Menurut Kahfi, penegaskan ini perlu disampaikan, karena ada yang menuduh timnya telah melempar isu SARA di masyarakat melalui media sosial. "Kayaknya apapun yang muncul kalau isunya negatif, cenderung kami yang dituduh," kata Kahfi.

Keikutsertaan pasangan Fauzi-Nachrowi dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta adalah untuk mencerdaskan rakyat Jakarta. "Isu SARA tidak mencerdaskan rakyat Jakarta, dan itu bukan tujuan kami," katanya.

Dalam setiap kesempatan, kata Kahfi Siregar, cagub Fauzi Bowo selalu mengimbau warga Jakarta untuk selalu mengutamakan kesatuan, persatuan, dan keutuhan bersama sebagai masyarakat Jakarta melalui empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

"Itu artinya kami tidak menginginkan adanya isu SARA yang hanya mengkotak-kotakkan. Sekali lagi kami tidak mau masyarakat Jakarta dikotak-kotakkan. Kami cinta persatuan dan kesatuan dalam  berbangsa dan bernegara," kata Kahfi Siregar.

Di tempat terpisah, calon wagub Nachrowi Ramli mengatakan, ia bersama Fauzi Bowo berkomitmen menjunjung tinggi empat pilar kebangsaan dalam memimpin Jakarta ke depan. Nachrowi menjamin keamanan Jakarta bagi semua warganya.

"Bagi saya dan Bang Fauzi, keamanan Jakarta harga mati. Kami ada di depan untuk keamanan Jakarta," kata Nachrowi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau