Dahlan Iskan Minta Merpati Terbang ke Bintang

Kompas.com - 19/07/2012, 14:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan menginginkan agar maskapai Merpati Nusantara Airline (MNA) untuk terbang ke Pegunungan Bintang, Papua. Hal itu disebabkan tidak ada pesawat yang terbang ke sana selama empat bulan terakhir.

"Dulu cuma ada Pelita Air yang terbang ke sana. Tapi empat bulan terakhir, sudah tidak ada lagi pesawat yang ke sana. Saya minta Merpati untuk bisa terbang ke Pegunungan Bintang Papua," kata Dahlan saat membuka penandatanganan kerjasama MNA dengan PT Dirgantara Indonesia di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (19/7/2012).

Di Pegunungan Bintang, ada bandara yang dibangun di area perbatasan antara Papua dan Papua Nugini. Sejak dulu, bandara ini selalu dijadikan landasan bagi penerbangan perintis di wilayah Papua. Pelita Air sempat menjadi maskapai yang melakukan penerbangan di daerah tersebut. Namun karena penerbangan ini menaikkan harga tiket dari semula Rp 1 juta menjadi Rp 2,5 juta sekali jalan, maka banyak warga dan pemerintah daerah yang tidak mau menggunakan layanan tersebut.

"Pemda dan Pelita Air sempat ngobrol soal tiket ini, karena tidak sepakat maka Pelita Air menghentikan penerbangan di sana. Kami minta Merpati bisa terbang ke sana dengan harga tiket yang tidak terlalu mahal," katanya.

Memang untuk memutuskan penjualan harga tiket pesawat yang murah ini bukanlah perkara gampang bagi Merpati. Selain dirundung utang, maskapai pelat merah ini dituntut untuk bisa meningkatkan kinerja bisnisnya dan bersaing dengan maskapai lain. "Saya tahu ini bagi Merpati sangat sulit, tapi di sana (Papua) lebih sulit lagi," jelasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau