Tomohon, Kota Bunga Nan Langka

Kompas.com - 19/07/2012, 16:43 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kota Tomohon yang dijuluki sebagai kota bunga, dipandang sebagai salah satu kota langka di Indonesia. Karena, Tomohon memiliki budaya bunga dan mempunyai potensi dalam mengembangkan florikultura.

"Ada beberapa daerah atau kota penghasil bunga, tetapi hanya Tomohon yang punya festival bunga," ungkap Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta Nirwandar pada peluncuran Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2012, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, (18/2/2012) malam.

Menurutnya, bunga di Tomohon sebagai pariwisata maupun ekonomi kreatif. Sisi pariwisata dapat dilihat dari Tournament of Flower, sebuah parade bunga kendaraan hias, yang mulai diikuti oleh negara-negara tetangga.

"Festival ini menjadi ajang promosi bunga Tomohon dan bisa menjadi ikon Tomohon," tutur Sapta.

Menurutnya, Tomohon dapat mencontoh Belanda. Negara kecil tersebut menjadi salah satu pengekspor bunga terbesar di dunia. Salah satu andalannya adalah bunga tulip.

"Belanda mampu mengadakan festival bunga Floriade yang 10 tahun sekali," kata Sapta.

Ajang pameran Floriade tersebut diikuti oleh berbagai negara di dunia dan mampu menarik kunjungan wisatawan mancanegara. Bahkan, banyak biro perjalanan wisata menjual paket ke Belanda untuk melihat Floriade.

Sementara itu dari sisi ekonomi kreatif, bunga dapat memberikan kontribusi ekonomi. Apalagi bunga tak hanya dipandang sebagai bagian dari gaya hidup, tetapi juga bagian dari hidup yang berkualitas.

"Bahkan di negara-negara luar hotel tak ada bunganya dianggap tidak moderen," ungkapnya.

Oleh karena itu, ia berharap TIFF dapat ikut mempromosikan bunga Tomohon dan memberikan kontribusi pada perekonomian. Menurutnya bunga sebagai produk kreatif akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

"Bunga potong mungkin murah, tetapi jadi punya nilai tambah ketika ditata dengan cantik," tuturnya.

Sehingga ia berharap adanya kesadaran restoran dan hotel terutama berbintang tiga ke atas untuk menggunakan bunga asli, bukan plastik. Ia juga berharap Tomohon bisa menghasilkan bunga-bunga untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Rose (mawar) hasil kita masih kecil. Kita masih impor untuk kebutuhan MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). Belum lagi untuk acara nikahan. Bayangkan jika diproduksi semua di Tomohon," jelasnya.

Tomohon International Flower Festival 2012 sendiri akan berlangsung pada 8-12 Agustus 2012. Di festival tersebut, pengunjung dapat melihat parade kendaraan hias dalam Tournament of Flower, kontes Ratu Bunga, pameran produk, serta festival seni dan budaya.

TIFF sendiri merupakan ajang dua tahunan. Di tahun 2010, acara ini diikuti 82 peserta dari negara Malaysia, Vietnam, India, dan Rusia. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau