Jual Minuman Beralkohol, Supermarket Alfa Midi Digerebek

Kompas.com - 19/07/2012, 17:32 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Petugas Satuan Polisi Pamong Praja Polewali Mandar, Sulawesi Barat menggerebek supermarket Alfa Midi di Jalan Andi Depu, Polewali Mandar, Kamis (19/7/2012) siang tadi.

Dalam penggerebkan itu, petugas Satpol PP yang dibantu aparat kepolisian menyita ratusan botol minuman beralkohol lebih dari 4 persen. Minuman kemasan tersebut dianggap ilegal.

Petugas Satpol PP sempat berdebat dengan pengelola Alfa Midi, Edi yang menolak supermarket-nya digerebek. Alasannya Edi mengklaim Alfa Midi tidak menjual minuman keras. Namun setelah digeledah, petugas menemukan ratusan botol minuman beralkohol.

Kata Edi, minuman itu bukan masuk kategori minuman keras, dan tidak bertentangan dengan aturan. Lalu saat diminta petugas Satpol PP untuk menunjukkan surat izin menjual minuman beralkohol, Edi tidak bisa membuktikannya.

Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban (Trantib) Satpol PP Polewali Mandar, Muh Wais Husain menegaskan, sesuai Perda Nomor 13 tahun 2006 tentang Penertiban dan Pengendalian Minuman Keras di wilayah Polewali Mandar, semua warung, toko dan swalayan termasuk Alfa Midi harus mengantongi izin menjual dan menyimpan minuman beralkohol.

"Karena pengelola Alfa Midi tak bisa menunjukkan identitas atau kelengkapan surat izin apapun, maka semua minuman yang mengandung kadar alkhol lebih dari 4 persen disita petugas," ujar Wais.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau