PBNU: PBB Harus Ikut Menangani Pelanggaran HAM di Myanmar

Kompas.com - 20/07/2012, 01:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Umum Dewan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Abdul Malik Madaniy menyesalkan perlakuan Junta Militer terhadap etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

Terkait hal tersebut , PBNU mendesak agar Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) ikut menangani kasus pelanggaran Hak Azazi Manusia (HAM) yang terjadi di Myanmar tersebut.

"PBB harus menangani masalah ini dengan seadil-adilnya. Ini bukan karena mereka seagama tapi mereka juga sebagai manusia yang harus dijaga hak-haknya," ungkap Abdul, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (19/7/2012).

Malik menganggap pengusiran etnis Rohingya itu erat kaitannya dengan isu agama, sebab mayoritas penduduk Myanmar beragama Budha. Oleh karena itu, ia berharap kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia bisa ikut andil dalam memecahkan masalah tersebut melalui jalur diplomatik.

Sebagai bagian dari ASEAN, katanya, Indonesia bisa membawa kasus ini ke tingkat pertemuan negara-negara Asia Tenggara. Kuam Muslim Rohingya tinggal di bagian utara Arakan atau negara bagian Rakhine.

Kawasan itu tercatat sebagai kawasan yang termiskin dan terisolasi dari negara Myanmar dan berbatasan dengan Bangladesh. Sejak 1982, Undang-Undang Kewarganegaraan Burma tak mengakui Muslim Rohingya sebagai warga negara Myanmar.

Pemerintah di negara itu hanya menganggap mereka sebagai imigran ilegal dari Bangladesh atau keturunannya. Tak jarang mereka harus mengalami kekerasan dan penyiksaan oleh pihak Junta Militer.

Saat ini, sekitar 200 ribu Muslim Rohingnya terpaksa tinggal di kamp pengungsi seadanya di Bangladesh.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau