Jakarta, Kompas -
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga akan membangun gudang kebutuhan pokok sehingga jika terjadi kelangkaan pemerintah bisa mengeluarkan stoknya dan menjaga stabilisasi harga.
”Keberadaan gudang ini akan memotong rantai distribusi yang terlalu panjang yang sering membuat harga sangat tinggi,” kata Kepala Bidang Kelautan, Pertanian, dan Ketahanan Pangan Biro Perekonomian DKI Jakarta Pujiono, di Jakarta, Kamis (19/7).
Namun, Pujiono mengakui, untuk pembangunan gudang ini masih dalam taraf perencanaan, dan nantinya akan menggandeng pihak swasta untuk mewujudkannya. ”Konsepnya business to business,” jelas dia.
Untuk Pusat Informasi Harga Pangan Strategis, perencanaan sudah lebih maju karena sudah digodok bersama Bank Indonesia dan Institut Teknologi Bandung. Uji coba pusat informasi ini akan dilakukan pada November 2012.
Berdasarkan pantauan Kompas di beberapa pasar di Jakarta Utara, harga ayam 1,5 kg sudah menjadi Rp 40.000 per ekor. Padahal baru tiga hari lalu harganya naik dari Rp 30.000 menjadi Rp 35.000 per ekor.
Adapun harga daging sapi tetap bertahan Rp 80.000 per kg sejak dua pekan lalu. ”Kok harga daging sapinya mahal sekali. Apa tidak bisa lebih murah,” ujar Marni (35), yang sedang berbelanja di Pasar Rawabadak, Jakarta Utara.
Sementara itu, pasar murah yang digelar di Kelurahan Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (19/7), diserbu para ibu. Dijual paket seharga Rp 20.000 yang berisi satu liter minyak goreng, 5 bungkus mi instan, sebotol kecap, satu sachet margarin, dan sebotol sirup. Menurut Yuni, warga Kalideres, harga paket itu biasanya bisa dibeli seharga Rp 50.000.
Suku Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Jakarta Barat membagikan 2.500 kupon untuk paket bahan kebutuhan pokok. Namun, warga tetap bisa membeli bahan makanan lain di pasar murah itu.
”Telur di sini dijual Rp 17.500 per kg, harga di pasar bisa Rp 20.000. Ayam per ekor dijual Rp 25.000 per ekor dari harga pasar Rp 30.000,” kata Kepala Suku Dinas Perdagangan dan KUMKM Jakarta Barat M Adiah.
Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin mengakui, meskipun tidak signifikan mengatasi tingginya kenaikan harga bahan makanan di pasar, pasar murah bisa membantu meringankan beban masyarakat.
”Pasar murah juga belum menjangkau semua. Kami pilih lokasi yang memang warganya sangat membutuhkan pasar murah ini,” katanya.
Pasar murah di Jakarta Barat akan kembali digelar pada 9-10 Agustus di kompleks rumah susun Angke, Kecamatan Tambora.
Di Kota Bekasi, lembaga amil zakat internasional Al Imdaad Foundation, melalui lembaga pendidikan Al Muhajirin, mendanai pembelian 1.000 paket bahan makanan untuk warga dan pemulung TPST Bantargebang.
Dewan Pembina Al Muhajirin sekaligus Dewan Daerah Walhi Jakarta Bagong Suyoto mengatakan, paket ini terdiri dari beras 10 kg, sarden 7 kaleng, dan minyak goreng satu liter. Paket ini untuk warga dan keluarga pemulung yang miskin, tetapi masih dalam binaan Al Muhajirin.
Warga dan keluarga pemulung, kata Bagong, perlu dibantu karena miskin. Penghasilan mereka dari mengais sampah rata-rata hanya Rp 40.000-Rp 50.000 per hari.