Perusahaan Game Tersukses di Dunia Gagal Dijual

Kompas.com - 21/07/2012, 09:58 WIB

KOMPAS.com - Menjual perusahaan game dengan reputasi terbaik di dunia ternyata tidak semudah membalik telapak tangan.

Hal ini dialami Vivendi ketika perusahaan ini ingin menjual anak perusahaannya, Activision Blizzard yang notabene merupakan perusahaan game dengan keuntungan terbesar di 2011.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Vivendi mempertimbangkan opsi lain untuk mendapatkan kucuran dana yang dibutuhkannya.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, Vivendi merupakan perusahaan konglomerasi dunia yang saat ini mengalami masalah keuangan. Mulai dari tidak terpenuhinya target  keuntungan hingga hutang yang terus bertambah.

Oleh karena itu, beberapa saat lalu Vivendi memutuskan untuk menjual anak emasnya di bidang game, Activision Blizzard - perusahaan game yang menelurkan game populer World of Warcraft dan Diablo III - demi mendapatkan dana baru.

Walaupun sempat digosipkan Microsoft ingin mencaplok perusahaan tersebut, ternyata kenyataannya tidak semanis gosip.

Tidak banyak perusahaan lain yang ikut serta dalam penawaran Activision Blizzard. Tingginya harga yang ditawarkan Vivendi serta beragam alasan lain membuat saham perusahaan game termahal ini hanya ditawar setidaknya sekitar 12 persen saja.

Sangat jauh dari target Vivendi yang mengharapkan dibelinya 61 persen saham Activision Blizzard oleh  perusahaan lain.

Oleh karena itu, Vivendi akhirnya mempertimbangkan untuk membuka penawaran untuk  anak perusahaannya yang berkutat di bidang telekomunikasi, Global Village Telecom (GVT).

Melalui penjualan tersebut, Vivendi berharap dapat menguangkan sekitar 8,59  miliar hingga 10,42 miliar (sekitar Rp 81,08 triliun hingga Rp 98,36 triliun).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau