KOMPAS.com - Ditemukan oleh Gubernur Jenderal Belanda, GW Baron Van Imhoff, kota asri yang bertetanggaan dengan Jakarta ini, dipilih sebagai tempat peristirahatan bagi orang-orang Belanda yang bekerja di Batavia. Buitenzorg, yang berarti terlepas dari kesulitan, menjadi cikal bakal nama Bogor. Akhir pekan ini menjadi saat yang tepat bagi Anda untuk melepaskan diri dari segala kesulitan, dengan bercengkrama bersama elang, cemal-cemil jajanan khas Bogor sampai menikmati panorama Bogor dari atas langit.
Dua jam saja waktu yang dibutuhkan untuk mencicipi sukacita akhir pekan di kota hujan ini. Kota tepat untuk bersantai, belanja, hingga memanjakan lidah dengan beragam kuliner. Urang Sunda bilang, "Di Bogor sagala aya" alias segalanya ada di Bogor.
Jumat. Ingin menambah koleksi tas-tas cantik Anda? Singgahlah sebentar di kawasan Tajur. Sepanjang jalanan, berderet gerai-gerai yang menyediakan tas dengan aneka bentuk dan warna, yang siap anda bawa pulang. Berbicara tentang kuliner, disinilah surga untuk cemal-cemil. Anda tak akan kesulitan mencari jajanan khas di setiap sudut kota. Seperti bir kocok yang terletak di Jalan Siliwangi.
Eits namanya memang bir, tapi tenang ini tidak memabukkan. Seluruh bahan untuk membuat bir kocok Bogor ini hanyalah rempah-rempahan yang dikocok bersama dengan gula. Ada cengkeh, jahe, dan kayu manis, yang berpadu dengan gula pasir serta gula aren. Cukup dengan Rp 2.000 Anda bisa menikmati kesegaran bir kocok yang menghangatkan tubuh.
Selain popular dengan jajanan yang beragam dan pastinya lezat, Bogor juga dikenal sebagai habitat burung elang di Pulau Jawa. Anda ingin melihat secara dekat burung karnivora galak dan gagah? Suaka elang lah tempatnya. Terletak di Kampung Loji, Kecamatan Cigombong. Pusat rehabilitasi ini bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Oya jangan lupa membayar tiket masuk seharga Rp 2.500.
Hutan hujan tropis terbesar di Pulau Jawa seluas 113.357 hektar ini menjadi lingkungang yang nyaman bagi populasi elang jawa. Jangan sekali-kali pun kita merusak alam nan asrinya ya? Berdiri sejak tahun 2008, di suaka elang ini terdapat 3 jenis elang yang direhabilitasi, elang ular bido, elang brontok dan elang jawa.
Sembilan individu tersebut masing-masing menempati kandang transit, kandang display, dan kandang rehabilitasi. Kandang transit digunakan untuk elang-elang yang baru saja masuk pusat rehabilitasi, kandang display bagi elang yang sudah memasuki tahap pemulihan, dan kandang rehabilitasi bagi elang-elang yang sudah siap dilepas ke alam liar.
Pengunjung, hanya diperkenankan melihat elang-elang yang ada di kandang display. Karena seperti halnya mahluk hidup dalam kondisi sakit, mudah stres, sehingga memperlambat proses penyembuhan.
Karena elang-elang ini masih dalam masa rehabilitasi, tidak semua elang peka dengan mangsanya. Semakin tinggi tingkat kepekaannya, semakin layak elang tersebut dilepas ke alam bebas. Jangan terlalu dekat dengan elang jika ia sedang makan yah, biasanya mereka akan merasa terancam dengan keberadaan manusia. Anda pun bisa memberi makan elang-elang ini dengan menghubungi petugas suaka elang.
Jika berminat, Anda juga bisa loh menjadi orang tua asuh bagi elang-elang yang ada di suaka elang. Tertarik?
Sabtu. Udara sejuk dan pesona alam yang indah di kawasan seluas 1.700 hektar ini, telah mencuri hati banyak orang. Termasuk mantan Presiden Ir. Soekarno yang kerap berkunjung untuk beristirahat di Lido. Anda bahkan bisa menginap di villa favorit Bung Karno yang kabarnya villa ini didedikasikan Bung Karno untuk putrinya, Megawati.
Penginapan-penginapan yang berada di Lido awalnya dibangun sebagai hadiah untuk Catharina Anna Beemster, oleh sang suami Antonius Johanes Ludoficus pada tahun 1935. Dari nama sang Belanda itulah, nama Lido berasal.
Danau seluas 30 hektar dengan pulau mungil di tengahnya, menambah keindahan Lido, Bogor. Warga lokal mengenalnya dengan Situ Cigombong. Berbagai fasilitas pun disediakan untuk melengkapi liburan para wisatawan. Kolam renang, rakit bambu, hingga sepeda air yang bisa Anda gowes mengelilingi danau buatan ini. Bahkan Anda juga bisa mampir di warung terapung untuk menikmati jagung bakar dan menghilangkan dahaga dengan segarnya kelapa. Bagi yang membawa bekal dari rumah, boleh loh berpiknik di pinggir danau.
Tepat di seberang danau, Lido Lake Resort menjadi alternatif bagi Anda yang memutuskan bermalam di kawasan Bogor. Dengan konsep one stop adventure, tampaknya akan sangat betah yah berlama-lama di resort ini. Belum lagi kamar luas nan nyaman yang sangat cocok untuk keluarga. Harga kamar dimulai dari Rp 823.000 untuk Superior hingga Rp 3.360.000 untuk kamar dengan tipe Lido Suite.
Ingin mendapatkan suasana berbeda dengan menginap di dalam tenda? Tak perlu ragu mengajak kawan-kawan untuk outbond di Lido Lake Resort. Selain fasilitas lengkap dan lahan luas yang masih asri, salah satu yang menjadi keunggulan dari resort ini adalah fasilitas Lido Family Spa. Relaksasi di akhir pekan dengan racikan alami yang niscaya akan mempercantik penampilan Anda. Cobalah paket perawatan Royal Golden Spa menggunakan Coklat.
Minggu. Masih di Lido Lake Resort, Anda bisa berkeliling menikmati suasana komplek resort, menggunakan mobil golf alias golfcart. Walaupun kecepatan maksimal mobil ini hanya sekitar 15 km/jam, tetap berhati-hati yah.
Pengejar adrenalin, silakan menjajal keberanian dengan terbang menggunakan gantole ataupun pesawat-pesawat milik Solo Wings Air Club. Dengan masuk ke dalam kantong kepompong, alias harness yang menggantung di rangka gantole, Anda akan ditarik dengan pesawat dan terbaannggg....
Olahraga yang semula bernama hang gliding ini, mulai dikenal di Indonesia sejak tahun 1977. Bagi yang tertarik menekuni gantole, Anda juga bisa berlatih di Lido.
Selain gantole, aerosport yang harus anda coba adalah terbang menggunakan gantole bermesin atau microlight. Pesawat kecil berkapasitas 2 orang tersebut akan membawa anda berkeliling langit Lido. Oya bagi yang masih di bawah umur 12 tahun tidak diperkenankan berwisata menggunakan pesawat microlight.
Karena udara di atas cukup dingin, sebaiknya kenakan jaket, sepatu tertutup, serta helm. Pastikan perlengkapannya yang Anda gunakan, sudah memenuhi prosedur yah. Selama Anda di tangan profesional, dan mendengarkan arahan dengan cermat, tak perlu khawatir. Miniatur Bogor dari ketinggian 3.000 kaki di atas permukaan laut, awesome! Dengan kecepatan rata-rata pesawat 35 knot per jam, Anda benar-benar takjub dibuatnya. Amazing! Pengalaman yang sungguh luar biasa. (Fitri Oktarini/Citrakalam Misiani/Yoshef Wisnu)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang