FRANKFURT, KOMPAS.com - Ratusan aktivis dari berbagai wilayah di Jerman dan Negara sekitarnya bertahan menduduki ruang publik di pusat Kota Frankfurt, Sabtu (21/7/2012) pagi waktu setempat.
Aksi Occupy Public Space selama 10 bulan terakhir ini, memprotes kendali korporasi sebagai penyebab krisis keuangan dunia, khususnya Eropa.
Massa menginap dalam tenda-tenda memadati ruang publik Willy Brandt Platz, di pusat Kota Frankfurt. Ada setidaknya lebih dari 60 tenda terpasang. Para aktivis membagi-bagikan selebaran berisi kecaman akan krisis keuangan dunia.
"Kami menuntut perubahan sistem keuangan global, yang hanya menyengsarakan rakyat," kata Yan Umzon, aktivitas asal Frankfurt.
Aksi Occupy Public Space di Kota Frankfurt mengecam mekanisme keuangan yang dikontrol kepentingan korporasi, dengan menepis suara-suara kritis dari parlemen. Mekanisme stabilisasi Eropa telah dibangun dengan cara antidemokrasi untuk mengabadikan fungsi ekonomi kapitalis.
"Pada akhirnya, uang hanya akan mengalir untuk para pemilik korporasi besar," ujar Yan.
Giza, salah seorang aktivis asal Polandia, sudah 10 bulan terakhir meninggalkan negaranya untuk bergabung dalam aksi ini.
Sebulan lalu, lanjut Giza, sekitar 25.000 orang bergabung dalam aksi occupy yang mengakibatkan kawasan itu ditutup sementara. Menurut dia, massa baru akan membubarkan diri apabila terjadi perubahan dalam sistem keuangan global.
Aksi ini serupa dengan Occupy Wall Street yang memprotes dominasi korporasi besar AS dalam kendali keuangan, sekaligus sebagai penyebab utama krisis ekonomi dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang