Pahami Perubahan Emosi Ibu Hamil

Kompas.com - 21/07/2012, 13:31 WIB

Kompas.com - Bahagia tapi juga cemas menyambut datangnya kehamilan. Begitulah yang sering dialami para ibu hamil. Fluktuasi emosi tersebut adalah hal yang normal, tetapi harus diatasi agar tidak berkembang menjadi depresi.

Secara umum kondisi psikologis ibu hamil terdiri dari rasa cemas, bahagia, tapi juga depresi. "Biasanya timbul rasa cemas akan kesehatan janin, cemas oleh mitos-mitos seputar kehamilan, juga cemas akan proses persalinan," kata psikolog Anna Surti Ariani, dalam sebuah acara yang diadakan oleh Frisian Flag Mama di Jakarta beberapa waktu lalu.

Meski begitu calon ibu biasanya juga mengalami perasaan bahagia karena menjadi wanita yang utuh dan mendapatkan berbagai keistimewaan dari lingkungannya.

Perasaan cemas yang dialami tersebut bisa berkembang menjadi rasa depresi. "Bila tidak diatasi, depresi ini akan berlanjut sampai setelah melahirkan atau yang disebut dengan baby blues syndrome atau post partum depresion," kata psikolog yang akrab disapa Nina itu.

Bagaimana mengatasinya? Di sinilah pentingnya peran suami dan orang di sekitar ibu hamil. "Suami bisa mengurangi kecemasan ibu hamil dengan membantu mencari informasi seputar kehamilan. Selain itu tetaplah menjadi suami siaga selama kehamilan," imbuhnya.

Untuk menjadi suami siaga yang baik, yang perlu dilakukan adalah mendengarkan keluhan istri dan mengucapkan kata-kata penghiburan. "Banyak-banyaklah memeluk, membelai, atau menemani istri," katanya.

Supaya suami bisa memahami kebutuhan istri, sebaiknya istri tidak diam saja tapi juga mengungkapkan secara jelas dan terbuka apa yang menjadi keinginannya. Berikan juga kesempatan pada suami untuk terlibat.

"Jangan lupa bukan hanya istri yang cemas akan masa kehamilan ini, tapi juga calon ayah," katanya.

Komunikasi yang terjalin baik bisa membantu meredakan kecemasan sehingga emosi ibu hamil lebih stabil dan bisa menjalani kehamilannya dengan bahagia.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau