JAKARTA, KOMPAS.com - Pengamat Ekonomi Ichsanuddin Noorsy menilai persoalan utama Otoritas Jasa Keuangan adalah menyatukan pemikiran para komisioner, walaupun ada dominasi asal mereka dari Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan.
"Persoalan ini berdampak pada pembentukan kultur organisasi yang tidak mudah," kata Ichsanuddin yang dihubungi di Jakarta, Sabtu (21/7/2012).
Menurut dia, kondisi tersebut akan mempengaruhi kajian strategi, struktur, sistem dan gaya serta target kerja dalam jangka pendek Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Ia menyebutkan, Indonesia pernah menghadapi berbagai masalah keuangan mulai dari krisis 1997/1998, kasus Bank Global, Bank Century hingga perkara empat bank asing yang memainkan nilai tukar.
"Kasus-kasus itu menunjukkan betapa tidak berdayanya otoritas keuangan negara sehingga negara harus menalangi kerugian yang ditimbulkan," tegasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang