Diet Bubur buat Chong Wei

Kompas.com - 22/07/2012, 12:07 WIB

BATH, Kompas.com - Tim bulu tangkis Malaysia membawa seorang juru masak untuk menyediakan bubur, nasi dan sup buat melawan udara dingin Inggris.

Tim Malaysia berlatih di kota kecil Bath sebagai aklimatisasi sebelum masuk ke London untuk mengikuti Olimpiade musim panas.

Soal makanan ini menjadi perhatian besar untuk menjaga kondisi fisik para pemain, termasuk pemain tunggal Lee Chong Wei yang diharapkan memberi medali emas pertama Olimpiade buat Malaysia.

Lee, pemain peringkat dua dunia,  mengalami cedera pergelangan kaki saat perebutan Piala Thomas, Mei lalu. Sejak itu ia menjalani terapi ketat untuk mengembalikan kondisi fisiknya.

Kondisi cedera ini membuat harapan publik Malaysia terhadap Chong Wei menjadi berkurang. Hal inilah yang dilihat sebagai hal posistif baginya.

"Tekanan buat saya memang lebih berkurang. Namun ini merupakan Olimpiade terakhir buat saya dan saya ingin mempersembahkan medali buat negara saya," kata Chong Wei.

"Saya sudah tidak merasakan tekanan itu dan masih ada waktu satu pekan. Mungkin saat kami tiba di London, saya akan mulai merasakan suasana Olimpiade dan tekanan itu akan mulai terasa lagi," lanjutb Chong Wei.

Pemain Malaysia ini lolos ke final di Olimpiade Beijing 2008 namun dikalahkan pesaing utamanya asal China, Lin Dan.

"Saya belum pernah meraih medali emas (olimpiade). Begitu pun negara saya. Medali emas ini sangat berarti buat negara saya," kata pemain berusia 29 tahun ini.

Menurut fisioterapis tim Malaysia, Sandra Fielder, cedera Chong Wei sudah jauh lebih baik. "Biasanya cedera semacam itu membutuhkan waktu pemulihan hingga enam pekan. Lee sudah memulai terapi sebelum itu karena terget Olimpiade," kata Fielder.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau